Polisi Belum Periksa Mie Goreng yang Dimakan Munir
Rabu, 08 Desember 2004 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 77 saksi dimintai keterangan penyidik Mabes Polri terkait kasus kematian Munir. ?Mereka yang diperiksa termasuk kru dan kabin pesawat,? kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen (Pol) Suyitno Landung, di Jakarta, Rabu (8/12).
Menurut Suyitno, pihaknya sedang menghubungi nama-nama penumpang yang akan dimintai keterangannya sebagai saksi. Mereka itu penumpang yang duduk di kelas ekonomi, dekat tempat duduk Munir di 40 G pesawat Garuda nomor penerbangan GA 974 Indonesia tujuan Amsterdam, Belanda. Penumpang itu antara lain yang duduk di kursi 40 H dan 41 H. Alasannya pemilihan penumpang itu karena Munir mengalami keluhan sakit saat duduk di kelas ekonomi. ?Untuk mengetahui perjalanan setelah ada keluhan,? katanya.
Sedangkan untuk penumpang di kelas bisnis, polisi masih menunggu kedatangan penumpang yang duduk dekat Munir di kursi 3 K. Fokus pemeriksaan untuk kepentingan penyidikan di kelas bisnis adalah jus dan mie dan diberikan pihak Garuda kepada penumpang di kelas ini.
Secara terpisah, Ketua Tim Penyidikan Kasus Munir, Oktavianus Farfar mengatakan, pemeriksaan penumpang Garuda belum dilaksanakan. Tetapi pihaknya baru memanggil nama-nama penumpang yang sesuai dengan kepentingan penyidikan. ?Belum (pemeriksaan), baru dipanggil,? katanya.
Farfar dan anggota tim penyidikan, Rabu (8/12) pukul 14.00 WIB dipanggil Kapolri Jenderal Da?i Bachtiar di ruang kerjanya. Juru bicara Polri Irjen Pol Paiman yang ditemui wartawan menyatakan belum mengetahui apa maksud pemanggilan Kapolri.
Sumber Tempo di Mabes Polri mengatakan, Laboratorium Polri belum memeriksa mie dan jus yang disediakan pihak Garuda kepada para penumpang di pesawat GA 974. ?Sama sekali Labfor belum memeriksa apapun,? kata sumber itu. Seperti diberitakan, Munir sempat minum jus dan makan mie goreng di kelas bisnis pesawat Garuda dari Jakarta menuju Singapura. Sedangkan perjalanan dari Singapura ke Belanda, Munir sudah mengeluh mual-mual dan muntah-muntah.
Martha Warta?Tempo





