Akhir Desember Ratusan Pejabat Bakal Dimutasi
Kamis, 09 Desember 2004 | 14:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengatakan akan adanya mutasi sejumlah pejabat dilingkup pemerintahan Kabupaten Tangerang yang akan dilakukan di penghujung Desember 2004 ini. Karena itu kepala daerah meminta kepada badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) segera menyiapkan nama-nama untuk ditempatkan sebagai asisten daerah serta beberapa jabatan kepala dinas yang kini masih kosong atau ditangani pelaksana tugas (Plt).
Posisi yang kosong tersebut yaitu Kepala Dinas Perhubungan yang kini dipegang sementara oleh Miftahul Ilmi, kemudian Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib) dengan penjabat Dodi Bastaman. Selain itu posisi kosong lainnya diantaranya Asisten Daerah (Asda)I yang ditinggalkan Nanang Komara karena mendapat promosi sebagai sekda, beberapa Camat, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan,Kepala Dinas PU Bina Marga karena pejabat sebelumnya telah pensiun.
"Kekosongan jabatan tidak boleh berlangsung terlalu lama," kata Bupati. Khususnya posisi kepala dinas yang harus segera diisi karena akan menjadi pelaksana program penanggungjawab anggaran tahun 2005 nanti. Oleh sebab itu, saya meminta Baperjakat secepatnya menyiapkan nama-nama yang memenuhi kompetensi untuk jabatan yang akan dipegannganya kata Ismet saat apel pagi, kamis 9/12.
Menurut Ismet, alih jabatan yang dilaksanakan kali ini
bukan saja berkaitan dengan penyusunan anggaran, melainkan berhubungan pula dengan perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemkab Tangerang. Sebab, lanjut dia, mulai 2005 diberlakukan SOTK sesuai PP 08/2003 tentang petunjuk pelaksana organisasi pemerintah daerah.
Pemberlakukan SOTK tahun depan ditandai penciutan jumlah
dinas dan bidang-bidang yang berada dibawah dinas/instansi. Karena itu, di samping dipusatkan pada
pengisian jabatan kepala dinas yang kosong, mutasi
itu dilakukan berkaitan perampingan jumlah organisasi dan bidang tersebut.
Diperoleh informasi, pemberlakuan efektif SOTK baru pada
Januari 2005 nanti diwarnai dengan tergusurnya sekitar 300 pejabat yang saat ini menempati eselon III dan VI. Untuk eselon III yang terancam kehilangan jabatan mencapai 62 dan 224 dari eselon VI.
Joniansyah-Tempo





