Kalla: Intelijen Harus Kerja Keras Ungkap Kasus Palu
Senin, 13 Desember 2004 | 16:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Badan Intelegen Negara (BIN) bekerja keras untuk mengindentifikasi pelaku pengeboman dan penembakan gereja di Palu, Sulawesi Tengah. Tapi dia juga meminta peran serta semua pihak dalam mengungkap aksi teror yang kembali marak.
"Memang harus lebih keras lagi usaha intelijen," kata Kalla setelah menyampaikan pidato di Forum Konfrensi Mineral dan Energi di Jakarta, Senin (13/12). Dia mengakui, Kepala BIN Syamsir Siregar, baru bertugas satu minggu ini. Tapi, menurut dia, itu bukan alasan untuk tidak bekerja keras.
Seperti diketahui, telah terjadi aksi pengeboman dan penembakan, di dua gereja di kota Palu, kemarin malam. Dua ledakan bom terjadi di Gereja Jemaat Imanuel, sedangkan penembakan terjadi di Gereja Jemaat Anugrah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, selain seorang petugas keamanan yang menderita luka cukup serius.
Kalla mengatakan, kasus pengeboman dan penembakan di Palu adalah sebuah kejadian yang sangat ingin dihindari pemerintah. Karenanya, dia berharap para pelaku dapat segera terungkap dan ditangkap. "Sebab, ciri-ciri senjata, motornya (para pelaku) juga sudah diketahui," ucapnya.
Ia menyatakan, kejadian itu merupakan suatu bentuk teror yang terjadi diberbagai belahan dunia belakangan ini. "Kami selalu berusaha. Ini sama saja mengejar Dr Azahari di Jawa atau mengejar Osama bin Laden yang butuh waktu lama," kata Kalla.
Dari kejadian ini, Kalla menilai memang ada upaya-upaya untuk mengadu domba kaum muslim dengan warga nasrani. Tapi, dia bersyukur usaha adu domba tersebut tidak berhasil. "Ini teror, bukan oleh masyarakat," katanya menegaskan.
Yura Syahrul
Topik :






Komentar Anda :