|
Nasional
Aksa Mahmud: SBY Restui Pencalonan Jusuf Kalla
Selasa, 14 Desember 2004 | 09:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Aksa Mahmud menjelaskan 26 pimpinan Dewan Pimpinan Daerah I Golkar seluruh Indonesia meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla maju dalam pemilihan ketua umum Partai Beringin. ?Permintaan DPD I Golkar itu cermin permintaan rakyat,? kata Aksa, yang menjadi juru bicara Jusuf Kalla kepada Tempo, Senin (13/12) malam. Munas ke-7 Partai Golkar akan diadakan di Denpasar, Bali mulai besok.
Menurut Aksa, yang saudara ipar Kalla, daerah-daerah yang mendukung wakil presiden itu hampir semua DPD I Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Papua. ?Kurang lebih mereka yang mendukung dan sekaligus menjadi tim sukses secara terbukan atau diam-diam dalam pemilu presiden putaran pertama dan kedua lalu,? ujarnya.
Aksa membantah pemcalonan Kalla ini karena Ketua DPR Agung Laksono ikut serta meramaikan pencalonan. ?Sama sekali tidak benar. Yang benar adalah karena dukungan dari daerah dan karenanya Pak Kalla tidak akan pakai model-model show of force seperti itu,? katanya.
Aksa menegaskan tidak ada komitmen berupa larangan apa pun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal pencalonan Kalla. Setiap langkah dan keputusan menurut dia selalu dikonsultasikan dan atas persetujuan Presiden Yudhoyono termasuk dalam hal pencalonan ini.
Terkait dukungan Kalla untuk Surya Paloh, dijelaskan Aksa yang sebenarnya bukan Kalla yang meminta bos Metro TV dan Media Indoensia itu menjadi ketua umum Golkar. Yang benar, kata dia, Kalla menyetujui pencalonan Paloh jika akan maju dalam Munas nanti.
?Namun setelah mendengar Pak Kalla akan maju, akhirnya dia (Surya Paloh) sendiri yang menyatakan menyetujui pencalonan Pak Kalla,? jelas Aksa seraya menegaskan antara Kalla dan Paloh belum ada komitmen apa pun dalam susunan kepengurusan Golkar nanti jika Kalla terpilih menjadi ketua umum.
Menurut Aksa, majunya Kalla bertujuan membesarkan partai Golkar mengingat karakter Partai Golkar adalah partai penguasa. Sehingga wajar jika ada kadernya di pemerintahan yang maju menjadi ketua umum.
Aksa menambahkan, Kalla memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum karena telah aktif di kepengurusan Partai Golkar lebih dari 5 tahun. Bahkan ditambahkan Kalla sudah menjadi pengurus sejak dulu dan tidak hanya sekarang. ?Dan untuk itu kita punya bukti yang akan kita bawa dalam Munas bila ada yang mempermasalahkan.?
Ecep S. Yasa?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) dari Partai Golkar, Wiranto - Salahuddin Wahid (kiri), dan pasangan Capres dan Cawapres dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono - M. Jusuf Kalla (kanan), dalam acara dialog (debat) Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070140_high_thumb.jpg) |
![Calon presiden (Capres) dari Partai Golkar, Wiranto, tampak di layar monitor dalam acara dialog (debat) pasangan Capres dan Cawapres di Hotel Borobudur, Jakarta, 1 Juli 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040701]](/hg/photostock/2004/12/02/s_AB04070148_high_thumb.jpg) |
| Wiranto, Salahuddin Wahid, dll
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|