Wismoyo dan Hartono Teken Pembelian Scorpion
Selasa, 14 Desember 2004 | 11:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pertahanan kemarin membeberkan dua kontrak pembelian tank Scorpion dari Inggris pada 1995 dan 1996. Berdasarkan dokumen yang ada pada departemen itu, kontrak ditandatangani oleh Jenderal Wismoyo Arismunandar dan Jenderal R. Hartono, sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.
"Kami baru mengumpulkan datanya," kata Mayjen (Purn.) Aqlani Maza, Direktur Jenderal Sarana Pertahanan, di ruang kerjanya kemarin.
Kontrak pertama pembelian antara Markas Besar Angkatan Darat dan Alvis Vehicles Limited, produsen Scorpion, ditandatangani oleh Wismoyo pada 13 Januari 1995. Sementara itu, kontrak kedua ditandatangani Hartono pada 19 Agustus 1996.
Pembelian Scorpion itu kini diselidiki oleh aparat Inggris, karena diduga diwarnai praktek suap. Berdasarkan dokumen pengadilan, Alvis diduga telah menyetorkan 16,5 juta pound sterling (sekitar Rp 291 miliar) kepada putri mantan presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut), untuk memuluskan penjualan (Koran Tempo, 11/12).
Kontrak pertama dilakukan untuk pembelian 50 unit bernomor 002/LN/KSAD/KE/1994-1995/AD. Nilainya 78.936.822 pound sterling. "Termasuk untuk pelatihan," kata Aqlani.
Jenis tank pada pembelian pertama ini Scorpion-90 Danton (9 unit), Scorpion-90 Santon (9), Scorpion-90 (12), Armor Person Carrier (10), Komando (5), ambulans (1), kendaraan perbaikan (2), kendaraan logistik (1), dan Bridge Layer (1).
Kontrak kedua, juga untuk 50 unit tank, bernomor 001/LN/KSAD/KE/1996-1997/AD. Hartono menandatanganinya bersama Direktur Komersial Alvis, Geoffrey Charles Abel--sama seperti kontrak pertama. Nilainya 81.047.785 pound sterling. Jenis tank pada pembelian kedua ini Scorpion-90 Danton (11 unit), Scorpion-90 Santon (11), Scorpion-90 (8), APC (10), komando (5), ambulans (1), dan kendaraan perbaikan (2), logistik (1), serta Bridge Layer (1).
Menurut Aqlani, tidak disebut-sebut nama Tutut dalam dokumen itu. Yang tertulis hanya agen Alvis di Indonesia, PT Surya Kepanjen, dengan direktur utama Ny. Widhorini S. Sukardono.
Dokumen tersebut berbeda dengan pernyataan Hartono, Sabtu lalu. Ia mengaku tidak mengetahui jual-beli tank yang kini dikandangkan di Divisi I Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat itu. "Alvis sudah berhubungan langsung dengan Mbak Tutut," kata dia. Adapun Wismoyo, menurut Perry Pantouw, orang dekatnya, tidak mau berkomentar soal ini.
Hingga kemarin, Tutut juga belum bisa dimintai komentar. Kepada Tempo, penjaga rumahnya di Jalan Yusuf Adiwinata 14, Menteng, Jakarta, menyatakan, mantan Menteri Sosial itu sejak Ahad siang pergi ke Kalimantan Barat. Dari luar, garasi rumah terlihat kosong. Pada Senin sore, ada tamu datang, tapi langsung pergi begitu mengetahui tuan rumah tak ada di rumah.
Menurut aktivis antikorupsi, Teten Masduki, kasus Scorpion tak hanya penyuapan, tapi juga ada indikasi korupsi karena terjadi penggelembungan dana yang sangat besar. Ia membandingkan, Thailand pada waktu yang sama membeli Scorpion dengan harga US$ 1 juta per unit. Harga yang dibeli Indonesia 2,5 kali lipatnya, yakni US$ 2,5 juta.
l dimas/sutarto/ariyani





