Amien Rais Minta Jusuf Kalla Tak Calonkan Diri
Rabu, 15 Desember 2004 | 20:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pencalonan Wakil Presiden H.M.Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum Partai Golkar menuai berbagai kritik dari para tokoh politik. Setelah Selasa (14/12) kemarin, ketua MPR Hidayat Nur Wahid yang juga bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera meminta Kalla tak melakukan rangkap jabatan, kini giliran Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang berbicara. Didampingi tokoh-tokoh PAN lain, Amien mengadakan konferensi pers di Dewan Pimpinan Pusat PAN Rabu (15/12).
Amien menyarankan agar Kalla mengurungkan niatnya buat mencalonkan diri. Tanpa bermaksud mengintervensi Partai Golkar, Amien menilai keputusan Kalla itu akan membawa dampak pada bangsa dan rakyat Indonesia. Jika Kalla betul-betul terpilih, Amien yakin akan terjadi konflik kepentingan tiga dimensi. Yakni Kalla sebagai pebisnis, penguasa, dan politisi. “Jika ini sampai terjadi pada seorang wapres tentu akan berbahaya untuk pertumbuhan demokrasi dan penuntasan KKN di Indonesia,” kata Amien.
Pencalonan Kalla lebih jauh dinilai Amien sebagai sesuatu yang mengherankan. Sebab menurut Amien, di negara demokrasi, seorang tokoh partai akan menanggalkan jabatannya di partai karena terpilih sebagai presiden atau wakil presiden. “Biasanya berlaku adagium, kesetiaan pada partaiku berakhir tatkala kesetiaanku pada negeriku dimulai,” kata Amien. Maka Amien mengaku tidak mengerti sikap Kalla yang malah meninggalkan kesetiaan yang lebih luas kepada bangsa dan negara untuk kesetiaan yang lebih sempit, yakni kepada parpol.
Jika Jusuf Kalla sampai terpilih, Amien menyatakan, akan menjadi awal yang sangat buruk bagi pemerintahan dan rakyat Indonesia. “Ini akan menjadi lonceng kematian bagi demokrasi Indonesia,” ujarnya. Amien yakin pemerintahan akan macet dan menuai banyak kritik jika Kalla terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar. “Kalau sampai terjadi, kita ucapkan selamat jalan saja,” katanya.
Suliyanti





