NU Tandingan Mulai Susun Kepengurusan

Rabu, 15 Desember 2004 | 21:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa Kiai Sepuh Nahdlatul Ulama telah memberi mandat secara tertulis kepada Abdurahman Wahid (Gus Dur), mandataris NU tandingan untuk membentuk kepengurusan. Mandat ini merupakan respon atas pelaksanaan Muktamar NU di Asrama Haji Donohudan, Boyolali yang dianggap para kiai sepuh tadi telah meninggalkan para ulama kultural dan merupakan bentuk mufaroqoh (pecahan) terstruktur.

Untuk mewujudkan amanah itulah Gus Dur dalam konferensi persnya di Gedung PBNU malam ini (14/12) menyatakan telah membentuk tim empat yang beranggotakan Kiai Haji Aminullah Mukhtar, Zannuba “Yenni” Arifah Chafsoh Wahid, Haji Ikhsan Abdullah dan Muhamad Munib.

Tim empat tersebut akan membantu Gus Dur mempersiapkan NU baru dalam membentuk organisasi dan rekruitmen personalia kepengurusan. Tim empat ini juga akan membantu konsolidasi dan mempersiapkan Muktamar Luar Biasa. Gus Dur menargetkan paling lambat tim ini sudah kelar bekerja pada Juni 2005, atau sampai terlaksana Muktamar Luar Biasa.

Soal nama NU tandingan ini, Gus Dur belum mau menyebut namanya. Menurut Ikhsan Abdullah yang dihubungi TEMPO usai acara menyebut dua nama yang telah mereka persiapkan adalah NU 1926 dan Jam’iyah NU 1926. Ikhsan mengaku kedua nama ini akan dilaporkan Gus Dur kepada para kiai sepuh pemberi mandat. "Nanti kiai sepuh yang akan menentukan nama mana yang akan dipakai," katanya.

Struktur kepengurusan NU tandingan ini menurut Ikhsan akan sama persis dengan kepengurusan NU terdahulu. "Kita ini kan mendorong terbentuknya NU yang benar, jadi ya strukturnya mengikuti NU yang dulu,"kata Ikhsan. Ikhsan optimis NU tandingan akan lebih kuat dibanding NU pimpinan Hasyim Muzadi. Ini karena “Ulama kultural ( para kiai sepuh) yang pegang kendali, struktur NU Hasyim hanya kaki tangan,"ujarnya.

Suliyanti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: