Tokoh Agama Desak Pemerintah Serius Tangani Bom Palu
Kamis, 16 Desember 2004 | 18:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tokoh-tokoh agama dari berbagai organisasi seperti Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, dan Persatuan Gereja-Gereka Indonesia mendesak pemerintah atau aparat keamanan agar sungguh-sungguh menangani kasus bom Palu, 12 Desember lalu, agar tragedi tersebut tidak terjadi berulang-ulang. "Kabinet ini, kabinet taruhan. Jika tidak bisa memenuhi janji-janji mereke, apa yang akan terjadi. Pemerintah tidak boleh ragu-ragu menindak siapapun pelakunya dan apapun agamanya. Tidak ada lagi istilah takut menyinggung kelompok agama tertentu," ujar Syafii Maarif, ketua PP Muhammadiyah kepada pers di Jakarta, Kamis (16/12).
Pernyataan sikap tersebut merupakan hasil kesepakatan pembicaraan tokoh-tokoh agama yang diwakili Masdar F Mas'udin dari NU, Syafii Maarif dari Muhammadiyah, Y Kardinal Darmaatmaja dari KWI, dan AA Yewangoe dari PGI. "Pemerintah jangan hanya memerangi KKN tapi juga harus memerangi kekerasan. Senjata api dan bahan peledak harus dibersihkan dari lingkungan masyarakat sipil," kata Yewangu.
Badriah





