Polisi Gelar Rekonstruksi Perakitan Bom di Serang
Sabtu, 18 Desember 2004 | 15:00 WIB
TEMPO Interaktif, Serang: Polda Metro Jaya dan dan tim Detasemen 88 Antiteror Mabes Polri, Sabtu (18/12) melakukan rekontruksi di sebuah rumah di kompleks Perumahan Cikande Permai, Kabupaten Serang, Banten. Rumah ini dijadikan tempat merakit bom yang diledakan di depan Kedutaan Besar Australia, Kuningan Jakarta.
Dalam rekontruksi ini polisi menghadirkan, empat tersangka masing-masing Rois, Hasan, Shogir dan Apuy. Walaupun dilakukan pengawalan bersenjata, polisi sempat kewalahan karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan acara ini. Begitu melihat tersangka warga serentak menyoraki dan mengumpat para tersangka.
Karena disoraki, Rois sempat berteriak mengatakan Allah Akbar,.Allah Akbar beberapa kali. Rekontruksi dilakukan di sebuah rumah di Blok F-4 No 3 RT 04/05, Kelurahan Situteratai, Perumahan Cikande Permai. Sekitar pukul 08.30 WIB, keempat tesangka turun dari mobil dan dikawal oleh sepuluh anggota Gegana Mabes Polri berpakaian serba hitam dan memakai penutup kepala.
Selain keempat tersangka tadi, polisi juga menghadirkan, Deni seorang supir yang disewa oleh Dr Azahari. Juga ada mobil boks putih nomor polisi B 9065 NH yang digunakan para tertsangka untuk mengangkut bom.
Kepada Tempo, Deni, supir Carry, mengaku dirinya, sebelum ke Cikampek membawa Nurdin M Top, Apuy, Rois, Shogir dan Jabir ia disuruh mampir ke rumah sakit Pelni, Jakarta. ]Sampai di tempat tujuan Rois turun karena ingin menengok kawanya yang sedang sakit.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju Cikampek. ?Tapi setelah keluar tol Cikampek, Upuy turun sedangkan lainnya dibawa ke sebuah rumah di kawasan Cikampek. Saya lupa nama daerahnya,? kata Deni. Selama dalam perjalanana, katanya, para tersangka ini tidak saling berteguran.
Faidil Akbar?Tempo





