PT AAF Dinilai Masih Perlu Berdiri
Minggu, 19 Desember 2004 | 01:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT AAF (ASEAN Aceh Fertilizer) dinilai masih perlu untuk tetap dipertahankan. Demikian disampaikan bekas Ketua Umum Himpunan Kerukutan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudohusodo dalam acara Dies Natalis ke-38 dan Wisuda Sarjana Universitas Pancasila, Sabtu (18/12) di Jakarta Covention Center.
Menurut Siswono, kalau hanya masalah pasokan gas, sebenarnya di Aceh ada sumber gas baru yang belum tereksploitasi. “Itulah yang seharusnya menjadi perencanaan pemerintah untuk diesploitasi saat ini,” kata Siswono. Masalah keamanan di Aceh menurut Siswono jangan dianggap sebagai penghalang untuk ekplorasi gas di Aceh. Siswono juga berpendapat, kesenjangan antara kebutuhan gas dan hasil eksplorasi bukan pula menjadi permasalahan.
Siswono menilai perencanaan di sector pertambangan tidak terlalu beres. Ini karena tidak sesuainya kebutuhan gas dengan eksplorasinya. Padahal kata Siswono, seharusnya hal-hal seperti ini sudah dipikirkan 3-5 tahun yang lalu, bukan ketika terjadi kekurangan pasokan gas, pemerintah langsung main tutup.
AAF dinilai Siswono tidak memberatkan rakyat karena pabrik pupuk ini tidak disubsidi pemerintah. Pemerintah diharapkan tidak menutup AAF karena pabrik sudah jalan dan investasi yang keluar juga sudah besar. Saat ini kekurangan gas AAF ditengarai karena produksi gas di Aceh justru dikirim ke Taiwan dan Jepang guna menutupi kekurangan suplai dari Bontang, Kalimantan Timur.
Asep Yogi Junaedi
Topik :






Komentar Anda :