Jusuf Kalla Ketua Umum DPP Golkar 2004-2009
Minggu, 19 Desember 2004 | 12:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Fungsionaris DPP Partai Golkar yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya sukses mengungguli Akbar Tandjung dalam perebutan jabatan Ketua Umum DPP Golkar periode 2004-2009. Meski harus melalui dua putaran, perolehan suara Kalla yang mendapat 323 suara jauh melampaui Akbar yang hanya meraih 156 suara.
Tanda-tanda kemenangan Kalla sudah tampak pada pemungutan suara pertama untuk menentukan bakal calon yang berhak maju ke ajang pemilihan. Dari tiga bakal calon, yakni Akbar, Kalla dan Marwah Daud Ibrahim, hanya Kalla dengan 269 suara dan Akbar dengan 191 suara yang lolos. Sebab, syarat minimal pencalonan adalah sebanyak 150 suara. Marwah hanya berhasil menggaet 13 suara.
Suara Marwah itu tampaknya beralih ke Kalla. Sedang di putaran kedua, Akbar malah mengalami penggembosan karenanya suaranya di putaran kedua menurun hingga 35 suara. Kemenangan Kalla itu disambut gegap gempita oleh para pendukungnya. Tapi dalam pidato kemenangan menjelang penutupan Munas, Kalla justru mengawalinya dengan ucapan terima kasih kepada Akbar Tandjung dan istrinya Krisnina Maharani. "Terima kasih karena telah membawa Golkar dari kondisi terpuruk ke kondisi penuh kejayaan," ujar Kalla.
Kalla yang menyebut Akbar sebagai kawan seperjuangan sejak aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan masa awal Golkar menyebut, masih akan meminta nasehat-nasehat Akbar dalam membawa perahu Golkar. Tentang masa depan Golkar, dia menegaskan, Golkar harus berperan dalam kehidupan berbangsa melalui peran-peran kenegaraan. Sebab, tujuan Golkar adalah identik dengan tujuan negara untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Dia juga menegaskan, meskipun dirinya yang terpilih, Golkar harus tetap bersikap kritis terhadap pemerintah.
"Hanya dengan sikap itu mekanisme check and balance dapat berlangsung," katanya. Tapi dia memberi catatan, sikap kritis harus berdasar kondisi yang obyektif. "Apabila saya benar dukung saya, kalau saya salah, tegur saya," katanya dalam logat Sulawesi yang kental.
Akbar sendiri usai pemilihan Ketua Umum menyatakan bisa menerima kekalahan itu. Menurutnya, pemilihan telah berlangsung demokratis dan para pengurus DPD telah memilih nahkoda baru bagi Golkar. Mengenai kemungkinan untuk memperkuat jajaran Dewan Penasehat, Akbar menolak berpekulasi. "Itu wewenang Ketua Umum yang baru, Pak Kalla kan sudah menyebut saudara Surya Paloh di posisi itu," tegasnya.
Sedang mengenai sikap terhadap pemerintah, Akbar berharap, Kalla akan membuktikan ucapannya saat berkampanye yang menjanjikan dipertahankannya sikap kritis meskipun Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden. Usai pemilihan Ketua Umum, forum Munas kemudian memilih formateur yang akan menyusun kepengurusan DPP Golkar 2004-2009. Kalla yang terpilih sebagai Ketua Umum otomatis menjadi ketua formateur. Ia didampingi oleh tiga orang Ketua DPD, yakni Ketua DPD Jawa Barat, Ketua DPD Maluku Utara dan Ketua DPD Aceh. Sedang dari unsur organisasi kekaryaan, yang ditunjuk adalah Agung Laksono. Susunan pengurus selengkapnya akan diumumkan hari ini pukul 14.30
WITA dalam sidang paripurna. Munas akan ditutup malam ini.
Rofiqi Hasan, Sunudyantoro, Raden Rachmadi-Tempo





