|
Nasional
Kalla : Koalisi Kebangsaan Adalah Masa Lalu
Minggu, 19 Desember 2004 | 22:51 WIB
TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Ketua Umum Terpilih Partai Golkar Jusuf Kalla menegaskan bahwa kebijakan Golkar untuk masuk dalam Koalisi Kebangsaan akan ditinjau kembali.
“Kondisi koalisi tentu tidak seperti yang dulu. sifatnya sementara,“ katanya usai penutupan Munas VII Partai Golkar di Nusa Dua Bali, Minggu (19/12)
Dia menambahkan, dalam koalisi tidak ada yang permanen. “Tergantung dari dinamikanya. Namun posisi Partai Golkar sendiri tetap akan melakukan check and balance dan kritis terhadap pemerintah,”katanya.
Namun, Akbar Tanjung sendiri berharap agar koalisi kebangsaan tetap jalan, sebagai penyeimbang pemerintah untuk memperbaiki sistem politik. “Kita jangan melihat kepentingan sesaat dalam masalah koalisi kebangsaan ini,“ katanya saat ditemui usai pemilihan Ketua Umum Partai Golkar tadi pagi.
Mengenai pemecatan Fahmi Idris dan Marzuki Darusman, Kalla akan berpatokan pada rekomendasi Komisi A di munas. “Dalam rekomendasi itu, masalah pemecatan diserahkan pada pengurus baru. Dan di kepengurusan ini, kami akan merehabilitasi keanggotaan mereka,” katanya.
(raden rahmadi)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua panitia konvensi seleksi pemilihan calon presiden (capres) dari Golkar, Oetojo Oesman (kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aburizal Bakrie yang akan mengikuti studi kelayakan Calon Presiden yang diajukan Partai Golkar dalam Pemilu 2004, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/392/2003; 20030626].](/hg/photostock/2004/12/15/s_K15A39205_high_thumb.jpg) |
![Ketua DPR, Akbar Tandjung (kiri) bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) Timor Lorosae, Mari Alkatiri (kanan) di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 12 Juni 2003. Mari Alkatiri melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia dalam rangka menjalin hubungan yang lebih erat di antara kedua negara setelah Timor Timur lepas dari NKRI. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/393/2003; 20030626].](/hg/photostock/2004/12/15/s_K15A39301_high_thumb.jpg) |
| Oetojo Oesman dan Aburizal Bakrie
|
|
| Akbar Tandjung dan Mari Alkatiri
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|