Pemerintah Gelar Operasi Intelijen Amankan Natal

Senin, 20 Desember 2004 | 20:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mengantisipasi kerawanan dan aksi terorisme menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, pemerintah akan menggelar operasi intelijen. Lembaga-lembaga intelejen akan berkoordinasi di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo AS. Sedangkan operasi pengamanan tetap berada di tangan kepolisian melalui Operasi Lilin 2004.

Widodo memaparkan, kesatuan-kesatuan intelijen dari kepolisian, TNI dan BIN, akan ditempatkan di beberapa Kepolisian Daerah. Terutama untuk daerah rawan, seperti bekas daerah konflik seperti Poso, Palu, maluku dan Papua. Serta kota-kota besar, terutama Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar.

“Aparat harus menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung aman,” tegas Widodo kepada wartawan usai rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/12). Rapat kali ini yang dihadiri seluruh pejabat jajaran politik dan keamanan secara khusus membahas pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Kepala Polri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Untuk perayaan kali ini, kepolisian menggelar dua pertiga kekuatannya di seluruh Indonesia. Soal informasi dari intelijen Australia yang menyebutkan ancaman teror terhadap Hotel Hilton di beberapa kota di Indonesia, dia mengatakan informasi itu masih berupa bahan intelijen yang perlu diperiksa dan dibuktikan. “Kita masih perlu masukan lagi sehingga informasi itu menjadi benar-benar matang,” katanya.

Granat yang ditemukan hari ini di Hotel Hilton, kata Da'i, masih diperiksa polisi. Apakah sudah lama ada di tempat itu atau ada yang menaruhnya. Pasalnya, kondisinya sudah berkarat. “Apakah berkarat di tempat atau di tempat lain,” katanya. Polisi juga masih memeriksa apakah granat aktif tersebut dapat diledakkan atau tidak.

Da'i juga mengatakan belum tertangkapnya tersangka pelaku beberapa pengeboman di Indonesia, Azahari dan Noor Din Moh. Top, memang berpotensi membahayakan keamanan. Dari informasi yang digali dari empat saksi yang terkait dengan keduanya, jejak mereka semakin dekat dengan pencarian polisi. “(Jejaknya) sudah menyempit di sana-sini, yang belum tinggal menangkapnya saja,” katanya berkelakar.

Sapto P-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: