Presiden Kritik Tayangan di Televisi

Rabu, 22 Desember 2004 | 16:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengritik tayangan yang disiarkan oleh televisi. Dia berharap, agar tayangan-tayangan yang mengumbar pronografi dapat dicegah. ?Minggu lalu saya sudah minta Menko Kesra (Alwi Shihab) menyampaikan hal ini,? kata Presiden dalam pidatonya untuk memperingati Hari Ibu yang ke-76 di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/12).

Presiden mengaku risih menonton berbagai tayangan ditelevisi yang mempertontonkan tubuh perempuan. ?Agar tayangan-tayangan televisi yang ditangkap langsung oleh mata anak-anak kita dapat dicegah dari tayangan-tayangan yang mengarah ke pornografi,? katanya. Dia juga meminta perempuan diseluruh Indonesia dalam menunjukan keindahan dan mengekspresikan kebebasan dengan memilih cara-cara lain. ?Banyak cara untuk menunjukan kebebasan. Tapi tidak dengan melanggar etika,? kata dia.

Presiden mengakui, negara sesungguhnya tidak perlu mengatur hal-hal yang seperti itu. Tapi semua pihak harus menyadari sendiri agar menjunjung tinggi budaya santun. Selain itu, dalam pidatonya Presiden menyinggung bahwa Indonesia sudah menjadi tempat dan transit perdagangan perempuan transinternasional. Ia menyatakan, sulit mengatasi hal tersebut tapi pemerintah harus tetap berusaha maksimal menyelesaikannya. Selain itu juga, dia menyinggung mulai maraknya sindikat perdagangan psikotropika dan obat-obatan terlarang yang melibatkan perempuan sebagai pengguna dan pemakainya.

Peringatan Hari Ibu ke -76 di Istana Negara ini, juga dihadiri oleh Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta ibu, Menteri Peranan Perempuna Meuthia Hatta, dan Menko Kesra Alwi Shihab.

Yura Syahrul?Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: