Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Adiknya Jadi Bendahara Golkar, Kalla Bantah Nepotisme
Rabu, 22 Desember 2004 | 16:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menepis tuduhan Akbar Tanjung bahwa pengurus DPP Golkar yang baru diangkat, bernuansa nepotisme. ?Rumusannya apa,? kata dia. Menurutnya, bila orang tersebut mampu, tidak ada salahnya menjadi pengurus meski ada kaitan kekerabatan. ?Kan nggak ada urusannya, dia punya adik dan saudara. Tidak ada urusannya dengan AD/ART,? katanya di Istana Negara Jakarta, Rabu (22/12).

Kemarin, mantan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung mengritik susunan pengurus DPP Partai Golkar. Menurut Akbar, pemilihannya berlangsung tidak sah, bernuansa nepotisme, dan tidak sesuai dengan kemampuan bidangnya. Dalam kepengurusan, Suhaeli Kalla, adik Jusuf Kalla diangkat menjadi bendahara. Selain itu, kerabat Fahmi Idris juga dipercaya sebagai wakil bendahara. .

Menurut Kalla, pengurus yang terpilih tersebut sudah berdasarkan kompetensinya. ?Saya menghormati saran Pak Akbar, karena beliau lebih berpengalaman,? katanya. Tapi Jusuf mengatakan, keputusan itu sudah disahkan oleh Musyawarah Nasional Partai Golkar, yang merupakan lembaga tertinggi partai. ?Jadi tidak bisa lagi dikatakan sah atau tidak. Karena lembaga tertinggi itu munas, dan Pak Akbar ada disitu,? katanya. Bila dikatakan pimpinan munas mengaku tidak menandatangani hasil tersebut, kata dia, berarti pimpinan munas itu yang salah.

Selain itu, Kalla tidak mempersalahkan beberapa pengurus baru yang diangkat, padahal sebelumnya mereka telah dipecat oleh DPP. ?Benar dipecat DPP, tapi diangkat oleh munas,? kata dia. Ia kembali mengulangi pengasannya bahwa munas adalah lembaga tertinggi dalam pengambilan keputusan di partai, dibandingkan keputusan DPP.

Yura Syahrul?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dua calon presiden (Capres) dari Partai Golkar, M Jusuf Kalla (kiri) dan Surya Paloh (kanan) dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan (Rapim) ke-VII Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 17 Oktober 2003. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20031017]. Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) M. Jusuf Kalla melambaikan tangan kepada wartawan (kameraman TV dan fotografer) setelah mengajukan permohonan penguduran diri dari Kabinet Gotong Royong kepada Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, 19 April 2004. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20040419]
Jusuf Kalla dan Surya Paloh
M. Jusuf Kalla
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gambar SBY -Kalla Dibakar Demonstrans
Akbar Tidak Setuju Jabatan Wakil Ketua Umum
Pemerintah Menyambut Baik Posisi Kalla di Golkar
Bagi SBY, Kalla Ibarat Pedang Bermata Dua
Granat Berkarat Tergeletak di Taman Hotel Hilton
Jusuf Kalla Ubah Peta Politik
Akbar Tandjung: Di Golkar Saya Sudah Selesai.
Kalla : Koalisi Kebangsaan Adalah Masa Lalu
Akbar Akui Kekuatan Tim Kalla
Akbar : Fahmi Harus Direhabilitasi Dulu Sebelum Jadi Pengurus Golkar
> selengkapnya...


Referensi

Akbar Tandjung: Saya Kecewa Ditinggalkan Teman
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data