Dengan Voucher Melawan Pengangguran

Rabu, 22 Desember 2004 | 16:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional hari ini (22/12) meluncurkan program voucher untuk menangani masalah pengangguran di kalangan pemuda. Voucher ini menurut Direktur Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (PLSP) Depdiknas, Fasli Jalal dilakukan untuk menyekolahkan para penganggur di lembaga pelatihan profesional, sekaligus memberi bimbingan untuk membuka usaha.

Untuk proyek percontohan, sebanyak 728 voucher disebar Depdiknas dienam kabupaten pada enam provinsi. Yakni Kabupaten Cianjur, Pasuruan, Badung, Lombok Barat, Donggala dan Kota Kupang. Tahun depan, menurut Fasli, diharapkan dapat disebar 2.500 voucher dan pada tahun ketiga ada 5 ribu pemuda yang mendapat voucher sejenis.

Pemberian voucher ini menurut Fasli, tidak sembarangan. Mereka yang menerimanya dipilih lewat seleksi yang ketat. Pertama, harus memenuhi sasaran, yakni pemuda penganggur, berusia 16 hingga 35 tahun, putus sekolah, anggota keluarga miskin, dan berkemauan keras untuk mendapat pekerjaan. “Tidak bisa pelajar atau mahasiswa, lulusan perguruan tinggi tidak diperkenankan mendapat voucher,” ujar Maryana, Pimpinan Proyek Subsidi PLSP.

Kedua, menurut Fasli, akan dilakukan pengawasan dengan menetapkan akreditasi di lembaga pelatihan yang dipilih. Terutama, kompetensi dan track record lembaga yang akan menerima pemegang voucher. Selain itu, kata Fasli, pengawasan terhadap pemuda selama dalam mengikuti pelatihan tetap dilakukan. Nantinya kata fasli, akan ada tim koordinasi di tingkat kabupaten yang terdiri atas unsur-unsur lintas sektoral dan independen, termasuk LSM untuk mengawasi.

Untuk tahun ini, menurut Fasli, berbagai keterampilan yang disediakan meliputi menjahit, tata busana, rias rambut, tata rias kecantikan, tata boga, laundry, otomotif, perhotelan, peternakan domba, perikanan, pijat (spa), komputer, percetakan, sablon, kerajinan ukir dan batik, bengkel sepeda motor dan bengkel elektronik.

Alokasi anggaran untuk program voucher ini menurut Fasli sekitar Rp 1,9 Miliar, tahun depan akan meningkat menjadi Rp 7,5 Miliar. Selain ditanggung oleh Depdiknas, dana untuk voucher juga diperoleh dari dana hibah Bank Dunia sebesar US $ 1 Juta.

Rr Ariyani






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: