Helikopter TNI AL Jatuh di Nabire

Rabu, 22 Desember 2004 | 22:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Helikopter jenis Bell, milik TNI Angkatan Laut, bernomor 212, jatuh di sungai Siriwo, Kabupaten Nabire, pada pukul 10.25 WIT. Helikopter yang biasa dipakai sebagai pengangkut pasukan itu jatuh 80 kilometer arah utara kota Nabire.

Menurut Wakapolres Nabire, Kompol Wenty Betlayery, helikopter naas tersebut jatuh di hutan belantara dengan medan yang sulit dijangkau. “Dari pantauan udara hari ini, pesawat tersebut langsung jatuh di sungai Siriwo yang mengakibatkan kondisi helicopter hancur,” kata Wenty.

Dirinya juga mengatakan bahwa helicopter tersebut berisikan lima orang penumpang yakni, pilot Kapten AL Nofi, Kopilot Letnan Satu Putu, satu oang mekanik Sersan Satu Pidiono, dan dua penumpang warga sipil yakni Noviko Goya dan Mayu. “Kelima Orang tersebut dipantau dari udara nampaknya tidak ada tanda-tanda kehidupan. Kami belum dapat mengevakuasi korban hari ini karena cuaca buruk, arus sungai deras dan sungai ditempat kejadian yang sulit dijangkau karena berada di tengah hutan belantara,” kata Wenty.

Hingga saat ini upaya yang dilakukan meminta tim SAR Nasional yang ada di Biak Numfor maupun di Jakarta untuk dapat mengevakuasi korban besok, kamis (23/12).

Wenty membantah bahwa heli akan digunakan mengangkut rombongan presiden yang akan berkunjung ke Nabire pada tanggal 25 Desember pagi hari nanti. Melainkan heli tersebut hanya akan diterbangkan untuk pengamanan.

Sementara itu, situasi paska gempa di Nabire dan rencana kedatangan SBY di Nabire serta jatuhnya heli di Nabire tidak mengganggu keamanan di Nabire. ”Situasi Nabire saat ini aman dan terkendali, pihak kepolisian akan menurunkan sebanyak 300 anggota polri untuk kunjungan presiden SBY, Natal dan pengamanan tahun baru,” kata Wenty.

Lita Oetomo-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: