|
Nasional
SBY Batalkan Kunjungan ke ITS Karena Demo 50 Mahasiswa
Kamis, 23 Desember 2004 | 14:20 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Kamis (23/12) siang ini akan mengunjungi kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tapi, Presiden kemudian membatalkannya karena sekitar 50 mahasiswa telah berdemonstrasi menyambut kedatangannya.
Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaa ITS Ahmad Jazidie mengatakan, pihaknya menerima kabar pembatalan mendadak dari protokoler kepresidenan. Menurut dia, SBY seharusnya tiba di ITS sekitar pukul 12.15 wib. Sekitar pukul 12.00 wib pihaknya baru mendapat kabar itu. "Kami sangat dirugikan dengan tidak hadirnya Pak SBY. Kami sudah melakukan persiapan sangat matang. Karena demo ini, saya akan panggil para koordinator lapangan demonstrasi," ujarnya.
Presiden SBY berkunjung ke ITS sebenarnya hanya untuk menyaksikan penyerahan kunci jawaban test calon pegawai negeri sipil Provinsi Jawa Timur. Perguruan teknologi ternama di Indonesia Timur ini telah ditunjuk sebagai korektor hasil ujian CPNS.
Mahasiswa sendiri menggelar demonstrasi sejak pukul 11.30 wib. Mereka menamakan diri Mahasiswa Peduli ITS. Dalam aksinya, mereka memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak.
Mereka menggelar aksi di jalan menuju rektorat ITS, berjarak sekitar 100 meter dari lokasi rencana kedatangan SBY. Aparat pun telah menjaga dengan ketat demonstrasi ini, sehingga tak akan banyak mengganggu kedatangan Presiden.
Koordinator demonstrasi, Tomy Dwinta Ginting mengatakan, kebijakan pemerintah menaikan bahan bakar minyak adalah bentuk ketidakberpihakan pada rakyat. "Sudah sepantasnya kebijakan itu dihapus dan segera mengembalikan subsidi BBM untuk meringankan beban rakyat," ujarnya.
Selain soal minyak, mahasiswa juga memprotes rencana pengalihan status ITS dari perguruan tinggi negeri menjadi badan hukum milik negara (BHMN). Menurut mereka, langakah itu membuat negara melepas tanggung jawabnya untuk menyelenggarakan pendidikan. "Biaya pendidikan akan naik dan hanya orang kaya saja yang bisa sekolah ke ITS," ujarnya.
Sunudyantoro
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2004/12/17/s_K21A20602_high_thumb.jpg) |
![Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono menerima Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat yang menyampaikan ketidaksetujuannya atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219].](/hg/photostock/2004/12/16/s_K12A07703_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|