TNI AU Bentuk Tim Penyidik Jatuhnya Heli di Wonosobo
Jum'at, 24 Desember 2004 | 16:20 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Chappy Hakim menyatakan, pihaknya telah memerintah pembentukan Panitia Penyidikan Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT). Panitia tersebut, kata dia, untuk mengusut sebab-sebab jatuhnya heli VIP Super Puma H-3201 yang menewaskan 14 prajurit TNI AU di Wonosobo. Namun sejauh ini, kata Chappy, penyebab kecelakaan kemungkinan besar faktor cuaca.
?Penyebab utamanya mungkin faktor cuaca yang buruk. Tetapi secara pasti akan kita ketahui setelah tim ini bekerja. Kami tunggu tim itu bekerja dan hasilnya akan kami umumkan nanti,? kata Chappy menjawab pertanyaan wartawan usai memimpin upacara militer pelepasan 14 jenazah di Hanggar II Skuadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sucipto Yogyakarta, Jumat (24/12).
Sementara itu Kepala Pusat Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Sagom Tamboen mengatakan, PPKPT dibentuk oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) I Halim Perdanakusuma. Panitia ini, kata dia, dibentuk khusus menyeldiki kasus jatuhnya heli di Wonosobo, Jawa Tengah.
Tentang heli Super Puma yang jatuh di Wonosobo, Sagom mengatakan, heli tersebut memang heli pengangkut penumpang. Meski kru yang terdaftar sebanyak enam orang, kata dia, namun jika ada prajurit yang memenuhi persyaratan, bisa ikut menumpang. ?Bahkan rakyat sipil pun juga bisa, asal sudah mendapat izin dan sesuai prosedur,? katanya.
Dikatakan, semula heli milik Skuadron 17 Halim Perdanakusuma membawa misi rute check dari Lanud Rembiga (Lombok) kemudian Lanud Abdulrahman Saleh (Malang), Lanud Adi Sucipto (Yogyakarta), Lanud Suryadarma (Subang) dan berkahir di Lanud Halim Perdanakusuma (Jakarta).
Ketika ditanya dari Yogyakarta menuju Subang kenapa lewat Wonosobo, menurut Sagom, hal itu termasuk yang akan diselidiki oleh PPKPT. ?Jadi penyelidikan meliputi banyak hal termasuk jalur yang telah diambil. Memang dari Yogyakarta menuju Subang, rutenya tidak bisa diambil garis lurus. Sehingga sampai saat ini, penyebab utama belum kita simpulkan,? tegas Sagom.
Menurut dia, heli yang membawa misi rute check tersebut berangkat dari Rembiga pukul 05.58 WIB. Setelah transit di Lanud Abdulrahman Saleh (Malang), heli tersebut menuju Lanud Adi Sucipto. Dari Yogyakarta, kata dia, pesawat take off pukul 11.37 WIB. Pada pukul 12.04 WIB, kata dia, kru heli sempat approach dengan petugas di Lanud Ahmad Yani Semarang untuk menginformasikan soal posisi dan status pesawat.
Tentang kondisi pesawat, kata dia, heli Nass 332 VIP nomor register H-3201 buatan IPTN tahun 1992 masih sangat laik terbang. Di setiap Lanud yang disinggahi, kata dia, kondisi pesawat selalu diperiksa oleh teknisi. ?Kondisinya jelas laik terbang karena setiap transit selalu diperiksa,? kata Sagom.
Sementara itu terhadap 14 prajurit yang menjadi korban dalam musibah tersebut, kata Sagom, setiap ahli waris mereka akan mendapat santunan dari TNI AU masing-masing sebesar Rp 75 juta. Selain itu, kata dia, akan ditambah dengan Asuransi ABRI dan Asuransi Bumi.
Syaiful Amin?Tempo





