Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Golkar Belum Berniat Minta Reshuffle Kabinet
Jum'at, 24 Desember 2004 | 19:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski kini menjadi ?partai pendukung pemerintah?, Partai Golkar belum berencana meminta tambahan kursi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu. Oleh karena itu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menolak mengomentari lebih jauh isu reshuffle kabinet.

Menurut Kalla, sebelum melakukan pergantian posisi di kabinet, perlu dilakukan evaluasi terlebih dulu. ?Kami belum berfikir kesitu. Semuanya harus melalui aturan. Saya juga tidak pernah mengatakan ini orangnya A atau ini orangnya B,? kata Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (24/12).

Setelah kemenangan Kalla atas Akbar Tanjung dalam perebutan kursi Ketua Umum Golkar, beredar isu Golkar akan meminta tambahan kursi menteri di kabinet. Dalam Kabinet Indonesia Bersatu, saat ini Golkar hanya diwakili oleh Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Beberapa hari lalu, politikus senior Golkar, Muladi, juga mengatakan Kalla akan melakukan pembersihan dalam pimpinan fraksi dan komisi DPR dari pendukung Akbar.
Namun Kalla membantah isu tersebut. Menurutnya, pimpinan Golkar belum berencana mengganti pimpinan fraksi dan komisi DPR. Pergantian mereka, jelas Kalla, harus dilakukan setelah melalui tahap evaluasi. ?Siapa yang bilang ada pergantian?? Kalla balik bertanya.

Menanggapi mosi tidak percaya yang digalang sejumlah anggota DPR terhadap Ketua DPR Agung Laksono, yang juga Wakil Ketua Umum Golkar, Kalla mengatakan mosi itu sama sekali tidak beralasan. ?Mosi tidak percaya dalam soal apa, kan harus ada konteksnya,? katanya.

Sejumlah anggota DPR menggalang mosi tidak percaya terhadap Agung. Mosi ini didasari alasan, posisi Agung di Golkar yang berada dibawah posisi Kalla akan mempengaruhi kinerjanya sebagai Ketua DPR yang seharusnya sejajar dengan pemerintah. Fraksi PDIP telah menyatakan dukungannya terhadap aksi ini.

Kalla menegaskan, posisi Agung di Golkar tidak ada hubungannya dengan posisinya sebagai Ketua DPR. Dia menganalogikan dengan dirinya, yang selain menjadi Ketua Umum Golkar juga merangkap sebagai Wakil Presiden. ?Apanya yang salah? Kalau tidak ada yang salah tidak usah dipermasalahkan. Saya menjabat sebagai Ketua Umum bukan karena sebagai Wakil Presiden, tapi sebagai kader Golkar,? jelasnya.

Sapto P?Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua panitia konvensi seleksi pemilihan calon presiden (capres) dari Golkar, Oetojo Oesman (kiri) bersalaman dengan Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aburizal Bakrie yang akan mengikuti studi kelayakan Calon Presiden yang diajukan Partai Golkar dalam Pemilu 2004, Jakarta, 11 Juni 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K15A/392/2003; 20030626]. 
Kampanye Golkar (Golongan Karya) dengan pawai kendaraan menjelang Pemilu (Pemilihan Umum) di Jakarta, 1992. [TEMPO/ Rully Kesuma; 10D/194/1992; 20031128].
Oetojo Oesman dan Aburizal Bakrie
Kampanye Golkar 1992
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla: Koalisi Kebangsaan Sudah Selesai
Soetardjo: Golkar Tak Bisa Seenaknya Ganti Pemimpin Komisi
Minta Tambahan Perempuan di Kepengurusan DPP Golkar
Agung Jamin DPR Tak Akan Jadi Stempel Pemerintah
LSI : Popularitas SBY Turun, Rivalnya, Jusuf Kalla
Adiknya Jadi Bendahara Golkar, Kalla Bantah Nepotisme
Gambar SBY -Kalla Dibakar Demonstrans
Pemerintah Menyambut Baik Posisi Kalla di Golkar
Bagi SBY, Kalla Ibarat Pedang Bermata Dua
PDIP Akan Rekonstruksi Koalisi Kebangsaan
> selengkapnya...


Referensi

Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Sebuah Munas Setelah Lengsernya Soeharto
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Akbar Tandjung
Situs Wiranto
Partai Keadilan
Partai Golkar


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data