Akibat Gempa, Komunikasi di Aceh Terputus
Minggu, 26 Desember 2004 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Komunikasi Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Mundarwiyarso mengungkapkan, akibat gempa yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara mengalami gangguan (terputus).
Sebanyak 45.318 satuan sambungan telepon milik Telkom di Banda Aceh mengalami gangguan. Lima sentral telepon otomat yang ada di Banda Aceh dan Samalanga terhenti pengoperasiannya, karena genset dan rectifier terendam air. Apalagi, aliran listrik dari PT PLN (persero) juga mati, sehingga komunikasi dari dalam maupun keluar Banda Aceh tidak dapat dilakukan.
Menurut Mundarwiyarso, komunikasi di Banda Aceh hingga sore ini hanya dapat dilakukan melalui Telkom Flexy (jaringan telepon nirkabel). “Itu pun dengan kemampuan baterai terbatas,” kata Mundarwiyarso dalam siaran pers.
Telkom saat ini sedang berupaya untuk mengatasi gangguan komunikasi ini dengan menghidupkan very small apperture terminal (VSAT) di lokasi Kantor Polisi Daerah dan Kantor Komando daerah Militer di Banda Aceh. Telkom telah mengirimkan perangkat mobile up link dari Meda.
Selain itu, PT Pasifik Satelit Nusantara, anak perusahaan Telkom telah mengupayakan pengiriman 10 unit telepon Byru (telepon satelit) ke lokasi bencana.
Begitu pula anak perusahaan Telkom lainnya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sedang berupaya menghidupkan kembali beberapa base transceiver station (BTS), karena sentral Telkomsel yang ada di Banda Aceh belum bisa dioperasikan.
“Upaya-upaya yang dilakukan ini diharapkan akan memperlancar kembali hubungan telekomunikasi Telkom Group,” kata Mundarwiyarso. “Atas gangguan yang terjadi akibat musibah ini, seluruh manajemen Telkom meminta maaf.”
Rinny Srihartini - Tempo





