Pemerintah Tetapkan Gempa di Aceh Sebagai Bencana Nasional
Minggu, 26 Desember 2004 | 22:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menetapkan gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh sebagai bencana nasional dan menetapkan pendirian posko koordinasi dan mobilisasi bencana di Medan.
Juru bicara kepresidenan Andi Alfian Malarangeng menegaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membatalkan rencana kunjungannya ke Ambon. Sebelumnya, presiden akan meresmikan Gereja Silau dan Masjid Al Fatah di Ambon serta rencana pemberian bantuan kapal dan bus.
Menurut rencana, besok pagi-pagi begitu Presiden Yudhoyono tiba dari Jayapura, Papua akan langsung memimpin rapat koordinasi di Jakarta. Setelah itu presiden akan menuju ke Medan atau Banda Aceh.
Presiden, kata Andi, telah memerintahkan seluruh jajaran menteri kabinet segera memobilisasi seluruh sumber dayanya untuk memberikan bantuan kepada korban.
Presiden juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri melakukan Operasi Bhakti TNI/Polri untuk membantu korban bencana. Sedangkan untuk bantuan bahan pangan, Yudhoyono juga telah memerintahkan Kepala Bulog meyiapkan logistik secukupnya.
Menurut Andi, malam ini juga Ketua Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dipimpin langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung mengadakan rapat koordinasi.
Asep Yogi Junaedi - Tempo





