BMG Minta Warga Aceh Jauhi Pantai Dua Minggu Ini
Senin, 27 Desember 2004 | 13:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Bidang Seismologi Teknik dan Tsunami Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Fauzi menegaskan, untuk beberapa waktu warga harus menghindari pantai di sekitar Aceh terkait dengan gempa yang melanda di sebelah barat perairan provinsi Aceh, Minggu (26/12) kemarin. "Warga harus menghindari pantai selama satu hingga dua minggu ke depan," ujarnya di kantor Kementrian Riset dan Teknologi, Senin (27/12).
Fauzi menjelaskan, ciri khas tsunami adalah setelah gempa usai, pantai menyurut. "Tapi masyarakat harus mengerti setelah pantai surut akan terjadi gelombang besar," tuturnya. Selain itu, kata dia, tidak mustahil akan terjadi tsunami untuk kedua kalinya di Aceh, seperti yang terjadi di Flores pada 1992.
Badan Meteorologi dan Geofisika, menurut Fauzi, di masa mendatang akan bekerja sama dengan Bakosurtanal membentuk tim monitoring dan antisipasi tsunami. "Agar tsunami bisa dipantau dan diprediksi secara kontinyu," ujarnya.
BMG juga akan mensosialisasikan larangan kepada seluruh penduduk daerah pantai sebelah barat dan utara Aceh untuk meninggalkan tempat tinggalnya minimal 1-2 minggu ke depan.
Lebih lanjut, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Wendi Aritenang, menjelaskan Kementrian Riset dan Teknologi akan memberi masukan kepada Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) berupa spesifikasi teknologi yang bisa digunakan sebagai bahan tempat tinggal yang tahan gempa. Selain itu, Wendi menyarankan, ke depan perencanaan penataan ruang disuatu daerah harus mengakomodasi informasi tentang potensi bencana.
Konferensi pers yang diadakan Kementrian Riset dan Teknologi ini, dihadiri oleh beberapa Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). LPND terdiri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), LAPAN, BPPT, dan BMG.
Ariyani

