Tower Bandara Retak, Pesawat Dipantau di Bawah Pohon
Selasa, 28 Desember 2004 | 18:16 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Pemantauan lalu lintas udara Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh kini dilakukan di bawah pohon. Karena kawatir adanya gempa susulan. Gara-gara gelombang Tsunami, menurut Direktur operasional Teknik PT Angkasa Pura I Gusti Made Dhordy, fasilitas tower bandara retak.
Dhordy kini (28/12) berada di Aceh. Menurutnya, situasi penerbangan di bandara berjalan normal. "Kami juga mendirikan posko 24 jam bagi penumpang dan pengguna jasa bandara," kata Dhordy.
Sementara itu, pesawat Ekspress Air yang sedianya akan
diberangkatkan pukul 16.00 hingga sore pukul 16.30
belum berangkat. Menurut Petugas Officer in Charge (OIC) Tri Nugroho jadwal pesawat memang agak tertunda. "Pesawatnya sudah siap, tinggal berangkat menyangkut teknis saja, nggak perlu terburu-buru,"kata Tri.
Pesawat Ekspress Air tujuan Medan adalah pesawat eks Ujung Pandang. Sedangkan yang menuju Banda Aceh adalah pesawat yang digunakan sebelumnya ke Ambon. Dua pesawat itu merupakan tambahan, karena banyak orang yang mau berangkat ke Aceh, untuk mengetahui keluarganya.
Ayu Cipta





