Ikhlas Kalau Keluarga Jadi Korban
Selasa, 28 Desember 2004 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Keluarga warga Meulaboh mengaku pasrah saat diberitahu kondisi Meulaboh yang 80 persen kotanya hancur paskagempa dan gelombang pasang Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam. Mereka hanya berharap pemerintah memberikan bantuan secara menyebar agar daerah lain memperoleh bantuan.
"Saya ikhlas kalau keluarga saya menjadi korban bencana ini," ujar Teuku Ahmad Dalin (40) kepada Tempo melalui sambungan telepon, Selasa, (28/12). Dalin, pria kelahiran asli Meulaboh ini memang telah menetap di Yogyakarta sejak berusia 19 tahun. Pagi tadi, Dalin menghubungi Redaksi Tempo untuk menanyakan kondisi Meulaboh karena tak bisa mendapat informasi apapun mengenai sanak keluarganya. Meulaboh hingga saat ini masih terisolir akibat bencana.
Dan seluruh keluarga besar Dalin tinggal di Meulaboh. Kota pesisir pantai Samudra Hindia yang berjarak 250 km dari Banda Aceh. “Sudah tiga hari saya tidak bisa tidur dan perasaan saya tidak enak," ujar Dalin dengan nada sedih. “Saya ingin tahu bagaimana kondisi ibu dan adik-adik saya yang lain,” lanjutnya. Meski pasrah, toh Dalin tak putus berharap. Kalau mereka selamat, saya akan bawa ke Yogyakarta hingga keadaan pulih, mereka pasti trauma," ujarnya.
Dalin berharap agar pemerintah segera memberi bantuan secara merata. “Rasanya saya ingin lari kesana ikut membantu," kata Dalin tercekat.
Bernarda Rurit





