|
Nasional
Pengiriman Kargo LNG ke Korea Terlambat Karena Tsunami
Selasa, 28 Desember 2004 | 18:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Akibat gempa dan badai tsunami yang menghantam kota-kota di pantai Nanggroe Aceh Darussalam pada Minggu (26/12), pengiriman satu kargo gas alam cair (LNG) ke Korea Selatan dari pelabuhan Arun di Blang Lancang, Kota Lhokseumawe, menurut Public Relations Superintendent PT. Arun NGL Co, Adnan Nur Yusuf, terlambat. "Kami tak bisa mengirim LNG ke Korea Selatan karena badai tsunami,"kata Adnan di Lhokseumawe melalui telepon selular, Selasa (28/12).
LNG yang seharusnya dikirim Hari Minggu, terpaksa dikirim keeseokan harinya, Senin (27/12), bersamaan dengan pengiriman LNG ke Jepang. "Jadi, hari Senin kami mengirim sekaligus dua kargo ke Korea Selatan dan Jepang,"ujar Adnan. Meski terlambat, tidak mempengaruhi kontrak kerja. "Kondisinya darurat, semua maklum,"ujarnya.
Sebenarnya, menjelang datang badai kapal tangker yang akan ke Korea Selatan sudah keluar dari bibir pelabuhan. Namun, begitu melihat kondisi bakal membayakan, pelayaran dibatalkan. "Syukurlah nakhodanya tanggap, sehingga bermanuver masuk kembali ke pelabuhan," kata Adnan.
Di dalam pelabuhan lebih aman, karena pelabuhan dilindungi oleh pemecah ombak. Ternyata memang benar badai tidak melumat pabrik LNG Arun yang lokasinya terletak di pinggir Pantai Lhokseumawe. "Memang ada sedikit kerusakan, tapi tidak berpengaruh terhadap proses produksi,"ujarnya.
Meski begitu, pihaknya tetap menerjunkan tim inspeksi untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi pabrik. "Inspeksi standar,"kata Adnan. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meninjau korban badai pada Senin, Arun dijadikan salah satu tempat pertemuan dengan kalangan insutri, pemerintah, dan tokoh masyarakat.
PT. Arun dan kawasan industri di Lhokseumawe dan Aceh Utara, juga ikut membantu para korban. "Operasionalnya ditangani oleh Badan Dawah Islamiyah Arun,"ujar Adnan.
Ali Anwar
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan koordianator Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat, Hotman Paris Hutapea yang akan menyampaikan ketidaksetujuan Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219].](/hg/photostock/2004/12/22/s_K12A07704_high_thumb.jpg) |
![Kapal tanker Ekaputra yang mengangkut LNG di perairan Bontang, Kalimantan Timur, 1991. [TEMPO/ Robin Ong; 07D/326/1992; 20040717].](/hg/photostock/2004/12/20/s_07D32612_high_thumb.jpg) |
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Hotman Paris Hutapea
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|