Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY Datang, Ada Gempa Ringan Lagi , Pukul 18.35
Selasa, 28 Desember 2004 | 19:55 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Getaran akibat gempa sampai saat ini masih sempat terjadi di Banda Aceh, getaran gempa dengan frekuensi yang sangat ringan terakhir terjadi sekitar pukul 18.35 Wib.

Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam kunjungannya di Banda Aceh, hari ini (28/12) memprioritaskan empat langkah terpadu untuk menanggulangi bencana gempa di Propinsi Sumatra Utara dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kempat prioritas yang disampaikan presiden SBY yaitu, perbaikan komunikasi, distribusi bahan logistik dan obat-obatan, relokasi pengungsi dan pencarian orang hilang dan jenazah. "Keempat prioritas ini diambil sebagai evaluasi setelah mengunjungi tempat-tempat di propinsi Nangroe Aceh Darusalam," katanya , Selasa (28/12) di Posko Penangulangan Bencana Banda Aceh.

Presiden memprioritaskan perbaikan komunikasi karena sampai saat ini sambungan telpon sejak terjadinya gempa hingga hari ini masah belum berjalan lancar. Telpon fix Line di Banda Aceh hingga hari ini masih lumpuh total. Saluran komunikasi yang masih berfungsi meski tersendat-sendat hanyalah telepon satelit dan telepon gengam melalui jaringan operator Telkomsel sejak tadi pagi. Kendala ini, diharapkan bisa diatasi mulai esok hari.

Mengenai pendistribusian bahan-bahan logistik dan obat-obatan yang saat ini masih berada di Bandara Halim Perdana Kusuma, Polonia dan Blang Bintang. Presiden mengharapkan bisa dilakukan melalui jalur darat udara dan laut. Di Banda Aceh transportasi yang saat ini bisa diandalkan adalah truk-truk milik TNI meski dalam jumlah terbatas. Namun, mobilitas kendaraan itu dibatasi oleh ketersediaan bahan bakar minyak. Untuk mengatasi hal itu presiden mengharapkan suplay BBM bisa datang hari ini melalui Pelabuhan Malahayati yang didatangkan dari Sumatera Utara.

Polri akan mendatangkan 200 orang polisi dari luar dan 200 dari NAD. Menurut Kapolri Jenderal Dai Bachtiar, juga mengatakan akan mendatangkan alat-alat berat untuk membantu-langkah-langkah penanganan bencana tersebut. Presiden juga mengingatkan untuk merelokasi jumlah tempat pengungsian korban bencana alam tersebut. Jumlah pengungsi yang terlalu banyak dan letaknya tersebar menurutnya akan sulit melakukan pengelolaan, seperti pemberian obat-obatan dana pemberian makanan.

Untuk menangani jenasah yang belum diangkut presiden meminta aparat untuk segera mengevakuasi dana menguburkannya secara layak. Ia juga memerintahkan untuk mencari orang-orang yang hilang akibat tersapu gelombang air laut Tsunami pada minggu (26/12) lalu. "Kita tetap harus mencari orang yang hilang,"katanya.

Mengenai jumlah korban yang tewas akibat musibah itu data yang dikeluarkan posko penanggulangan bencana menunjukan jumlah korban yang tewas sebanyak 7072 jiwa. Korban meninggal terbesar terdapat di Kabupaten Aceh Besar sebanyak 3000 orang. Sementara jumlah yang luka-luka sebanyak 334 orang dan yang hilang sebanyak 393 orang.

Edi Can

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan koordianator Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat, Hotman Paris Hutapea yang akan  menyampaikan ketidaksetujuan Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219]. Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].
Susilo Bambang Yudhoyono dan Hotman Paris Hutapea
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mayat-mayat Korban Tsunami Masih Bergelimpangan di Banda Aceh
Keberangakatan Haji dari Aceh Masih Dihentikan
Relawan Mahasiswa Untuk Aceh
Pengiriman Kargo LNG ke Korea Terlambat Karena Tsunami
Pemerintah Himbau Perusahaan Penerbangan ke Aceh Tak Naikkan Tarif
Pemerintah Belum Berani Pasok BBM ke Aceh
Dua Tentara Korban Tsunami Dimakamkan di Jateng
Bantuan Luar Negeri Untuk Aceh Berdatangan
Ikhlas Kalau Keluarga Jadi Korban
Soal Tsunami di Selatan Jawa, Masyarakat Jangan Panik
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Inikah Gempa Itu?
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data