|
Nasional
Asrama Transito di Medan Buat Pengungsi Aceh
Kamis, 30 Desember 2004 | 04:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah melalui Posko Bantuan Bencana Alam untuk Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara di Medan telah mempersiapkan Asrama Transito untuk pengungsi Aceh. Walaupun para pengungsi mulai berdatangan sejak Selama (28/12) lalu, belum ada pengungsi yang terlantar dan mendiami asrama transito itu. Namun, pemerintah tetap akan mempersiapkannya.
Memang kebanyakan korban Tsunami yang selamat dan pergi ke Medan semuanya dijemput keluarganya di Medan. "Tetapi bila mereka tidak ada keluarga di Medan, hidupnya memprihatinkan, akan kami bawa ke sana,"ujar Edi Sofian, Humas Posko Bantuan Bencana Alam di Lanud TNI AU Polonia, Medan
Asrama transito yang terletak di dekat pelabuhan
Belawan biasa digunakan untuk menampung TKI asal
Malaysia. Kapasitasnya sampai seribu orang "Namun Bila nantinya tidak cukup menampung para pengungsi Aceh, pemerintah telah mempersiapkan Asrama Departemen Sosial yang terletak di Jalan Pancing Medan,"kata Edi.
Asrama ini juga pernah digunakan untuk pengungsi Aceh yang terintimidasi dan melarikan diri dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beberapa tahun lalu. Sampai saat ini, jumlah pengungsi Aceh yang tercatat oleh posko bantuan bencana alam Medan sebanyak 273 orang.
Selain itu pemerintah telah mempersiapkan 5 Rumah
Sakit sebagai Rujukan untuk korban Luka parah akibat
bencana yang terpaksa dilarikan ke Medan. Lima Rumah
Sakit tersebut adalah RS Brimob, RS Haji Medan, RS
Putri Hijau, RS Adam Malik dan RSU Pirngadi Medan.
Namun Atas perintah Presiden Soesilo Bambang
Yudhoyono, semua rumah sakit di Medan wajib menerima
pasien korban Bencana Alam NAD-Sumatera Utara.
Saat ini jumlah pasien rujukan yang di beberapa rumah
sakit tersebut sebanyak 78 orang. Umumnya mereka
mengalami luka berat dan patah tulang.
Hambali Batubara dan Bambang Soed
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Menteri Negera Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono bersalaman dengan koordianator Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat, Hotman Paris Hutapea yang akan menyampaikan ketidaksetujuan Tim Advokasi Peduli Beban Rakyat atas kerja sama pemerintah dengan IMF yang terlalu banyak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia sehubungan dengan somasi yang telah dilayangkan kepada IMF di kantor Menko Polkam, Jakarta, 30 Januari 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K12A/077/2003; 20030219].](/hg/photostock/2004/12/22/s_K12A07704_high_thumb.jpg) |
![Peluru dan senjata gelap milik Gerakan Aceh Merdeka / GAM di Polres Jakarta Selatan, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 29d/500/2000; 2000/06/05]](/hg/photostock/2004/12/22/s_29d50014_high_thumb.jpg) |
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Hotman Paris Hutapea
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|