Akan Dilakukan Rekonstruksi Atas Sarana Kesehatan di Aceh

Kamis, 30 Desember 2004 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan akan segera mengirimkan tim asistensi untuk rekonstruksi infrastruktur sistem kesehatan di Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini penting dilakukan sebab sebagian besar staf Dinas Kesehatan yang ada, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dikabarkan banyak yang meninggal dunia atau hilang.

"Tim asistensi ini akan bertugas kurang lebih tiga bulan,” ujar Direktur Pelayanan Medik dan Gigi Dasar Depkes Untung Suseno Sutarjo kepada Tempo di ruang kerjanya Kamis (30/12). Tim bantuan ini berasal dari luar Aceh dan secara bertahap akan digantikan oleh putra daerah sendiri.

Selain membutuhkan personel untuk mengurus administrasi, seperti pembayaran gaji pegawai, tenaga medis, paramedis, menurut Untung, “beberapa rumah sakit bahkan sudah tidak ada juru masak.” Jadinya para pasien, biarpun dirawat secara medis, tapi tidak ada yang membuatkan makanan. Selain dibutuhkan para tenaga terlatih untuk membersihkan ruangan rumah sakit dan pelayanan sanitasi kesehatan lain.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menurut Untung, dijadwalkan mulai besok akan memberikan bantuan berupa angkutan pesawat yang terbang ke Aceh. Hari ini WHO telah mengirim enam orang tenaga medis juga dana operasional sebesar Rp 100 Juta kepada Posko Bencana di Banda Aceh. Belanda dan Jepang juga telah menawarkan bantuan baik tenaga medis, bantuan teknis bahkan anjing pelacak.

Sementara itu, menurut Sekjen Depkes, Syafii Achmad, tim survailence Depkes yang dikirim ke Aceh akan pulang esok (31/12). Tim ini akan memetakan berbagai permasalahan kesehatan di lokasi bencana. Hasil kerja tim akan ditindaklanjuti dengan pembuatan perencanaan jangka panjang dan komprehensif untuk mengatasi aspek-aspek survailance epidemologi, pelayanan kesehatan, gizi serta rekonstruksi infrastruktur kesehatan.

Sita Planasari Aquadini






Komentar Anda

Kirim