Delapan Asrama Polisi Aceh Rusak Berat

Kamis, 30 Desember 2004 | 20:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Delapan asrama polisi di Aceh rusak berat. "Kalau lihat disana asrama Brimob rata dengan tanah," ujar Kepala Divisi Humas Irjen Polisi Paiman kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/12).

Asrama yang rusak tersebut adalah Lantenan I, Lantenan II, Asrama Pungoh, Asrama Kebon Kelapa, Asrama Ulele, Asrama Brimob di Lingke Banda Aceh, Asrama Poair, dan Asrama di Meulaboh. Dari catatan yang diterima Paiman hari ini, kedelapan asrama tersebut dihuni sekitar 7.760 jiwa.

Sampai saat ini, Paiman belum bisa memastikan jumlah anggota polisi yang menjadi korban gempa bumi dan gelombang tsunami. Ia hanya bisa memastikan ada sepuluh anggota polisi sudah teridentifikasi dan sudah dimakamkan.

Ia juga menambahkan ada 34 anggota polisi dari satuan polisi udara, Brimob, Polda, dan Satuan Pelopor yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Rabu (29/12).

Selain kerusakan gedung asrama, kerugian materil berupa hilangnya perlengkapan kepolisian, juga cukup banyak. Menurut keterangan Paiman, ada tiga unit kendaraan taktis lapis baja hilang, enam mobil kapal polair tipe C hilang, dan dua buah helikopter. Selain itu, mobil patroli lalu lintas, mobil, motor, dan truk angkut pasukan milik Polda habis.

Dengan adanya bencana tersebut, Paiman membenarkan kegiatan di Polda dan Polres Banda Aceh lumpuh. "Tapi ada yang jaga, disamping itu juga ada patroli yang keliling," ujarnya.

Indriani






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: