Tsunami Tak Pengaruhi Iklim Investasi Aceh
Jum'at, 31 Desember 2004 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bencana gelombang tsunami yang menghajar wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) tidak berpengaruh terhadap pengembangan iklim investasi.
“Bencana ini tidak punya kaitan dengan pengembangan iklim investasi di Aceh,” kata Deputi Kepala Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Yus’an kepada Tempo di Jakarta, Jumat (31/12).
Yus’an mengaku bencana ini telah menghancurkan infrastruktur yang ada di Aceh. Namun demikian, menurut Yus’an, potensi investasi di Aceh masih sangat besar. Beberapa sektor yang disebut Yus’an bisa jadi andalan investasi di Aceh meliputi perikanan, pertambangan, dan pariwisata.
Oleh karena itu yang perlu dilakukan saat ini, kata Yus’an, adalah perbaikan infrastruktur yang telah hancur. Upaya ini paling tidak memerlukan investasi Rp 10 - 15 Triliun. "Diharapkan, swasta juga turut mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Aceh,” ujar Yus’an.
Berdasar data yang dimiliki BKPM, hambatan dalam pengembangan iklim investasi di NAD lebih banyak disebabkan oleh faktor keamanan. Perang antara pihak pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah mengakibatkan wilayah ini sepi dari para investor. Sektor-sektor seperti pertambangan, dinilai Yus’an, tetap memikat hati para investor dari dalam maupun luar negeri.
Muhamad Nafi





