Masyarakat Bentuk Komisi Darurat Kemanusiaan
Jum'at, 31 Desember 2004 | 14:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Teten Masduki, bersama berbagai komponen masyarakat peduli kemanusiaan, telah membentuk Komisi Darurat Kemanusiaan.
Komisi ini menurut Teten, lebih bersifat “sebagai fungsi koordinasi oleh masyarakat,” ucapnya saat dihubungi Tempo, Jum’at (31/12). Langkah pertama yang dilakukannya adalah menemi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Kami minta presiden untuk memperbaiki birokrasi dan mempermudah akses kepada masyarakat untuk memberi bantuan,” kata Teten. “Presiden sangat antusias atas keberadan komisi ini dan akan memberikan kemudahan,” ujarnya.
Komisi ini sendiri menurut Teten, sesunguhnya akan menjadi mitra kerja pemerintah. Selain itu, komisi ini diharapkan bisa menjadikan proses pemberian bantuan dapat lebih akuntabel, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik.
Selain itu, agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan tepat waktu. Komisi ini juga diharapkan akan jadi pusat informasi seputar kondisi Aceh. Saat ini ada tiga personel yangduduk sebagai koordinator klomisi, yakni, Teten Masduki (ICW), Faisal Basri (Pengamat ekonomi) dan Santoso (Radio 68 H).
Sesungguhnya, kata Teten, pembentukan komisi didasari berbagai pengalaman ICW dalam menangani berbagai bencana. Misalnya, dalam menangani bencana Maumere dan Nabire. “Kami menjumpai berbagai penyelewengan, hingga masyarakat internasional kurang mempercayai pemerintah,” kata Teten. Selain adanya keingintahuan dari masyarakat penyumbang, apakah dana yang mereka berikan sampai atau tidak.
Eworaswa





