Pekanbaru dan Batam Jadi Tempat Transit ke Aceh

Jum'at, 31 Desember 2004 | 17:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Eddy Wibowo, Direktur Lalu Lintas Udara Departemen Perhubungan mengatakan Bandara Polonia, Medan sudah dua kali lebih padat dari kapasitas normalnya. "Ground handling di sana sudah kewalahan apalagi untuk bongkar muat," katanya di Jakarta, Jumat (31/12).

Kapasitas normal bandara Polonia, Medan dalam satu hari sebanyak 118 penerbangan sementara saat ini sudah ada 266 penerbangan per hari dengan 126 penerbangan ekstra (extra flight). Sedangkan di Banda Aceh yang biasanya hanya ada 15 penerbangan sehari, saat ini jumlahnya menjadi 100 penerbangan dengan 63 penerbangan ekstra.

Eddy mengatakan padatnya bandara tersebut karena bercampurnya semua jenis penerbangan baik sipil nasional, sipil asing, militer nasional dan militer asing. "Kalau sudah militer asing kan di luar wewenang kami," katanya. Pihak yang memonitor dan mengkordinasi semua penerbangan adalah Air Traffic Control di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Bongkar muat barang, menurut Eddy, biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Tapi mengingat frekuensi penerbangan yang saat ini sangat sering ke Aceh, bongkar muat bisa membutuhkan waktu sampai 7 jam. "Orang untuk bongkar muat di sana kurang dan lagi mungkin operatornya juga sudah lelah," kata dia.

Proses bongkar muat yang memakan waktu cukup lama ini membuat pesawat lebih lama berada di daratan sehingga menghambat arus penerbangan (air traffic) untuk pesawat-pesawat lain yang ingin mendarat di bandara tersebut. Ini yang menyebabkan padatnya bandara selain karena memang jumlah pesawat yang mendarat sudah melebihi kapasitas bandara dalam kondisi normal.

Eddy menghimbau perjalanan ke Aceh baik untuk membawa barang bantuan maupun relawan agar tidak lagi menggunakan Medan sebagai tempat transit. Alternatif bandara yang digunakan saat ini adalah Pekanbaru dan Batam bahkan mungkin Penang, Malaysia. "Tapi untuk Penang kita harus minta izin dulu. Ini baru pemikiran saja," tambahnya. Penggunaan Batam dan Pekanbaru ini, kata Eddy, sudah dilakukan dengan kordinasi dari Departemen Perhubungan.

Nofi Triana Firman-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: