Pemerintah Inggris Sarankan Warganya Tak ke Negara-Negara yang Terkena Tsunami

Jum'at, 31 Desember 2004 | 19:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Inggris menyarankan warganya (wisatawan) untuk sementara ini tidak berkunjung ke negara-negara Asia yang terkena gelombang tsunami pada Minggu (26/12) lalu.

Negara-negara yang disarankan untuk tidak dikunjungi untuk sementara tersebut antara lain Indonesia, India, Sri Lanka, dan Thailand.

Pemerintah Inggris tidak menyebutkan anjuran itu berlaku sampai kapan. Namun, dalam situs Kementerian Luar Negeri Inggris menyebutkan, paling tidak wisatawan tidak dianjurkan menghabiskan libur akhir tahun di negara-negara ini.

Menurut situs Kementerian Luar Negeri Inggris, pantai-pantai di Aceh dan pulau-pulau di Sumatera, Indonesia terkena hantaman tsunami yang menyebabkan terjadinya kerusakan parah di sector infrastruktur serta layanan publik lainnya.

Begitu pula pantai-pantai di sebelah barat Thailand seperti Phuket, Krabi, dan Khao Lak yang mengalami kerusakan paling parah akibat tsunami. Pantai-pantai yang biasanya menjadi tujuan wisata di Sri Lanka juga dianjurkan untuk sementara tidak dikunjungi dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, paling tidak sekitar 2.500 warga Swedia, lebih dari 1.000 orang Jerman, serta 500 orang warga Perancis dan Denmark masih dinyatakan hilang di India, Thailand, dan Sri Lanka.

Di Sri Lanka, lebih dari 4.000 orang belum diketahui keberadaannya. Saluran-saluran televisi di negara itu setiap jamnya selama 10 menit membacakan nama-nama, foto, dan indentitas lainnya dari warga yang dinyatakan hilang.

“Para turis sebaiknya menghindari daerah-daerah tujuan wisata ini untuk sementara waktu,” kata situs Kementerian Luar Negeri Inggris. “Apalagi, Indonesia merupakan pusat terjadinya gempa dan gempa susulan dikhawatirkan masih akan terjadi.”

Selain karena alasan tsunami, anjuran agar warga Inggris tidak berkunjung ke sebagian negara di kawasan Asia karena juga berkaitan dengan masalah keamanan seperti kekhawatiran terjadinya serangan teroris atau kekhawatiran serangan wabah penyakit seperti flu burung.

Flu burung telah menyerang ternak di Cina, Kamboja, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Total orang yang meninggal akibat flu burung mencapai 24 orang meninggal, termasuk 16 orang saja di Vietnam dan delapan orang dari Thailand sejak penyakit yang menyerang hewan dan manusia ini menyerang Asia sejak awal tahun ini.

Meskipun sampai saat ini di Indonesia belum ditemukan korban meninggal terhadap manusia, Kementerian Luar Negeri Inggris tetap mengajurkan agar warganya tidak ke Indonesia. Atau kalau pun tetap ingin bepergian ke sejumlah wilayah di Indonesia, para turis diharuskan melakukan vaksinasi terlebih dulu atau melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum bertolak ke negara ini.

Kekhawatiran akan terjadinya serangan teroris juga menjadi salah satu alasan agar para turis Inggris tidak bepergian ke kawasan Asia. Serangan teroris, kata situs itu, telah menyerang ke Kedutaan Besar Australia dan Bali beberapa waktu lalu.

“Dan untuk keamanan tingkat tinggi, Kedutaan Besar Inggris akan mengurangi layanan publiknya selama masa liburan Natal dan tahun baru.”

Isu separatisme yang terjadi di Ambon, Maluku, sebagian di wilayah Sulawesi, dan juga Aceh dengan adanya darurat militer (sebelum terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami), juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Begitu pula yang terjadi di Sri Lanka, karena adanya konflik bersenjata antara tentara dan Liberation Tigers of Tamil Ealam sejak 1983 atau gerakan serupa yang terjadi di Thailand, khususnya di provinsi Pattani, Yala, Narathiwat, dan Songkhla.

Grace S. Gandhi - Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: