SBY: Sebaiknya Tidak Menyambut Tahun Baru dengan Pesta Pora
Jum'at, 31 Desember 2004 | 20:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato akhir tahun kembali menyerukan perlunya digalang solidaritas bagi korban bencana alam di Aceh, Nabire-Papua dan Alor.
"Hendaknya kita tidak menyambut tahun baru dengan pesta pora di tengah musibah dan kesedihan ini," kata Presiden dalam pidatonya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/12).
Presiden pada kesempatan tersebut juga mengakui penegakan hukum di Indonesia masih lemah.
Menurutnya, lemahnya penegakan hukum disebabkan kurangnya kemauan politik, lemahnya sistem kelembagaan dan aparatur penegakan hukum. "Kelemahan itu terutama dirasakan dalam pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme,"
Kelemahan penegakan hukum ini juga dirasakan dalam bidang pemberantasan pencucian uang, perang melawan illegal logging, pencurian ikan dan penyelundupan. "Pemerintah yang baru akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menangani masalah itu," janji Presiden. (sapto p)





