|
Nasional
Relawan Mengantri Untuk Diberangkatkan dari Halim
Sabtu, 01 Januari 2005 | 13:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar seribu relawan telah diberangkatkan dari Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma terhitung sejak 27 Desember 2004 lalu. Kalau dihitung total personel dittambah pasukan Tentara Nasional Indonesia yang diberangkatkan melalui Halim hingga hari ini berjumlah 1.295 orang.
“Kami mengutamakan relawan yang hendak berangkat, pasukan TNI kan disana sudah banyak. Bila ada kekuarangan baru kita tambah,” kata Komandan Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma Marsekal Pertama Sukirno KS, Sabtu (1/1). Hari ini, empat pesawat telah diberangkatkan dari Halim membawa 172 personil dan 21.491 kilogram barang.
Siang ini, sebanyak 50 relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Solo tengah menunggu keberangkatan. Menurut salah seorang relawan, Dokter Isa Ridwan, mereka telah menunggu sejak kemarin malam. “Saya telah mendapat kepastian berangkat, namun belum jelas waktunya,” kata Isa. Menurut Sukirno, ini karena pesawat yang akan mengangkut tim relawan dan pers, saat ini masih berada di Medan, Sumatera Utara dan akan segera kembali ke Halim.
Di Lanud Halim sendiri, barang-barang bantuan dari masyarakat sudah amat menumpuk. Diperkirakan jika distribusi tidak segera dilakukan, penumpukan akan terus bertambah sebab hingga kini, bantuan masih terus berdatangan. Menurut Sukirno, penumpukan barang tersebut bukan karena jumlah bantuan masyarakat yang melebihi kapasitas daya angkut per hari.
“Satu pesawat bisa mengangkut sepuluh sampai dua belas ton, kalau sehari tujuh pesawat berangkat, berarti sekitar 85 ton dapat diangkut,” kata Sukirno. Penumpukankata Sukirno terjadi akibat jadwal penerbangan, sebab disana bandara Iskandar Muda pun tak bisa mendarat karena anyaknya penerbangan ke Aceh.
Adanya isu yang menyatakan bahwa masyarakat yang akan menyumbangkan barang dikenakan biaya tertentu, dibantah oleh Sukirno. “Tidak ada itu, bahkan para relawan yang menunggu saja, minum disini, kok kami sudah capek-capek ada komentar seperti itu,” katanya.
Soal ini dibenarkan oleh seorang penyumbang yang tengah berada di posko. “Kami kirim bantuan gratis, tidak dipungut biaya,” katanya. Sukirno sendiri mengaku ada pihak-pihak tertentu yang menawarkan diri untuk membuka posko di Halim untuk membantu TNI. “Tetapi saya tolak, saya kawatir akan dimanfaatkan, sehingga terjadi hal-hal seperti isu pengenaan biaya bagi donatur itu,” kata Sukirno.
Khairunnisa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|