Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Korban Gempa Meninggal di Rumah Sakit Akibat Terinfeksi Berat
Senin, 03 Januari 2005 | 03:18 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan Dr. Boti Indra Santo membenarkan korban bencana alam yang dirawat di rumah sakit banyak yang meninggal. Penyebabnya, menurutnya, akibat infeksi berat pada tubuh korban.

Umumnya, kata Boti, infeksi pada luka itu tidak mendapatkan pertolongan pada hari pertama secara memadai. "Bayangkan, lukanya parah terhantam patahan balok dan banagunan," kata Boti, Minggu (2/1).

Pada saat ditemukan tim penolong, kata dia, lukan-lukanya sangat buruk dan terinfeksi berat. "Sudah patah tulang terinfeksi pula oleh air yang sangat kotor dan tercemar".

Para pasien tidak sempat dirawat karena para dokter dan perawat di rumah-rumah sakit, keluarganya ada yang meninggal, terluka, dan menjadi pengungsi. "Mereka kan manusia juga, yang dalam kondisi seperti ini menjadi tak berdaya,"ujarnya.

Rumah Sakikt terbesar di Banda aceh, RSUD Zainal Abidin, saat peristiwa terjadi kebanjiran, semua obat-obatan dan peralatan kesehatan tidak berfungsi. RS Sakinah, yang tidak terkena dampak, ditinggal dokternya.

Rumah Sakit Kesdam, satu-satunya rumah sakit yang masih utuh. Namun, keberadaannya juga ditinggal oleh dokter dan perawatnya. Listrik padam selama dua hari. Air bersih tak tersedia.

Begitu rumah sakit ini beroperasi jumlah pasien langsung membludak. Kapasitas rumah sakit yang hanya 100 pasien, dijejali sekitar 400 orang. "Itu masih ditambah datangnya mayat-mayat yang jumlahnya mencapai ribuan," ujarnya.

Ali Anwar-Tempo News Room


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bupati Pecat Camat yang Tak Becus Urus Korban Tsunami
Adam Air Gratiskan Biaya Angkut Bantuan ke Aceh
Adiguna Sutowo Resmi Jadi Tersangka
Penahanan Adiguno Sutowo Pindah ke Polda
Bantuan Korban Bencana Rawan Dikorupsi
Pegawai Negeri Sulawesi Tenggara Potong Gaji untuk Aceh
Kontras Kirim Bantuan ke Aceh Lewat Darat
Nelayan Mulai Mencari Ikan di Perairan Aceh
PKS Berangkatkan 1.000 Relawan ke Lokasi Bencana
Harga Bahan Pokok di Lhokseumawe Melambung
> selengkapnya...


Referensi

Inikah Gempa Itu?

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data