|
Nasional
Warga Kekurangan Kantong Mayat
Senin, 03 Januari 2005 | 11:33 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Warga Banda Aceh yang sukarela mengevakuasi mayat-mayat di kampungnya, mengaku kekurangan kantong mayat. ?Kami kewalahan, jumlah kantong mayat yang kami terima tidak seimbang dengan jumlah mayat yang amat banyak,? kata Narukaya, warga Ulee Lheu, Banda Aceh kepada Tempo, Senin (3/1).
Bayangkan, dalam permintaannya kepada posko penanggulangan bencana, mereka membutuhkan sekitar 500 kantong plastik warna hitam. ?Tapi kenyataanya hanya dikasih 100 lembar,? ujar Jamar, rekan Narukaya. Di hari kesembilan tragedi Aceh, harusnya jumlah kantong mayat dilipat gandakan, karena kalau sebelumnya satu mayat cukup dibungkus satu kantong, ini membutuhkan tiga kantong.
?Mayat-mayat sudah membesar dan menjadi bubur,? kata Jamar. Dalam kondisi tersebut, kantong plastik hitam amat efektif, korban tinggal didorong ke atas plastik yang telah dibentangkan. ?Kalau kantong mayat warna kuning tidak cukup,? kata Narukaya lagi.
Selain kantong mayat, mereka juga kekurangan sepatu boot. Dari 15 relawan, sampai saat ini mereka memiliki enam pasang sepatu. hasil sumbangan PT Arun. Akibat tak lengkap, beberapa relawan terluka kakinya tertusuk paku dan kaca. ?Kami terus membantu, tapi tolong juga penuhi peralatan standarnya,? kata Narukaya.
Ali Anwar?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|