|
Nasional
Jalur Meulaboh-Medan Diharapkan Selesai Tiga Hari
Senin, 03 Januari 2005 | 11:46 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Departemen Perhubungan mengatakan perbaikan jalur Medan menuju Meulaboh akan selesai dalam waktu dua sampai tiga hari. Jalur antara Medan dengan Meulaboh itu putus akibat bencana gempa dan tsunami, Minggu pekan lalu. ?Ada tiga jembatan yang rusak,? kata Iskandar Abubakar, Dirjen Hubungan Darat Departemen Perhubungan, Senin (3/1).
Iskandar mengatakan tiga jembatan rusak dalam jalur itu terletak antara Bangkongan, Aceh Selatan dengan Kota Fajar. ?Memang ada yang rusak setengah dan rusak sama sekali,? katanya. Jembatan-jembatan yang rusak akan menggunakan jembatan Bailey.
Departemen Perhubungan menyiapkan lima bus Damri yang berfungsi sebagai feeder bagi warga Aceh. ?Tujuannya untuk mengangkut warga ke pelabuhan-pelabuhan,? kata A. Barata, Kepala Humas Dirjen Perhubungan Darat, Senin (3/1) di Banda Aceh.
Sementara itu, ia mengatakan Meulaboh sudah bisa ditempuh melalui Bireun dan Takengon. Untuk jalur melalui Bireun, lanjutnya hanya bisa dilalui dengan sepeda motor. Jalurnya melewati Bireun- Sigli-Tangsi-Geumpang-Tutut-Meulaboh. Sedangkan yang melalui Takengon hanya bisa ditempuh dengan kendaraan four wheels drive (4WD) karena medan yang sangat berat.
Departemen Perhubungan juga mendatangkan lima buah bus Damri dan lima bus polisi berukuran sedang itu melalui Pelabuhan Merak ke sejak 1 Januari lalu. Bus-bus yang dilengkapi dengan 12 supir dan berbahan bakar solar 200 liter itu diangkut menggunakan Kapal Jantra III. ?Seharusnya sudah sampai hari ini,? tegasnya.
Bus-bus tersebut menurutnya diharapkan bisa mengangkut warga yang ingin pergi menggunakan kapal Jantra III ke Pelabuhan Malahayati, Belawan dan Lhokseumawe. Selain itu, Departemen Perhubungan mengharapkan dengan adanya bus tersebut diharapkan bisa menghidupkan suasana kehidupan kota Banda Aceh. Namun, Barata mengakui untuk urusan jalur yang lebih jelas akan diatur oleh pengelola bus Damri setempat.
Edy Can?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|