|
Nasional
Kapal Pelni Prioritaskan Aceh Ketimbang TKI di Malaysia
Senin, 03 Januari 2005 | 12:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 600 penumpang tenaga kerja Indonesia, Senin (3/1) siang ini akan merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan 555 orang turun di Tanjung Perak, Surabaya. Mereka diangkut dengan KM Umsini yang dikomandani Kapten Didiek Permadi.
Menurut Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Isnoor Arianto, pihaknya akan mengurangi armada bantuan untuk mengangkut pendatang ilegal asal Indonesia di Malaysia. Kapal milik Pelni akan dikerahkan untuk membantu bencana di Aceh. ?Masalah di Aceh lebih rumit dibanding masalah TKI ilegal di Malaysia. Jadi Aceh harus lebih diutamakan,? katanya.
Isnoor Arianto mengatakan tetap akan mengirim armada milik PT. Pelni untuk memenuhi permintaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. ?Kami menerima informasi dari KBRI, bahwa masih banyak pendatang ilegal yang akan memanfaatkan amnesti untuk pulang ke kampung halaman,? ujarnya kemarin.
Kata dia lagi, kebanyakan armada milik Pelni akan diberangkatkan ke Aceh untuk mengangkut bantuan dan membawa pulang pengungsi dari beberapa daerah yang parah akibat gempa tektonik dan gelombang tsunami.
Duta Besar RI di Malaysia KPH Rusdiharjo mengakui masalah di Aceh jauh lebih berat dan menjadi perhatian pemerintah. Meskipun demikian, katanya, KBRI tetap berusaha memulangkan para pendatang ilegal asal Indonesia yang terancam penangkapan dan hukuman apabila masa amnesti habis.
Atas permohonan dan lobi KBRI, pemerintah Abdullah Badawi memperpanjang masa amnesti sampai akhir Januari. Tapi, walaupun masa amnesti diperpanjang, sambutan dan hasrat para pendatang ilegal untuk pulang ke Tanah Air tetap tinggi.
T.H. Salengke ? Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|