Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Puteh Akan Sampaikan Penanganan Aceh kepada Presiden
Senin, 03 Januari 2005 | 12:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Abdullah Puteh terdakwa kasus pengadaan helikopter MI-2 PLC Rostov akan menyampaikan surat pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai masalah teknis penanganan korban gempa dan tsunami di Aceh. ?Saya sudah rumuskan delapan langkah teknis dan akan saya sampaikan besok,? kata Abdullah Puteh, Gubernur Nanggroe Aceh Darusllam non aktif, seusai persidangan kasusnya di Jakarta, Senin (3/1).

Hari ini memang berlangsung sidang tindak pidana korupsi untuk terdakwa Abdullah Puteh dengan agenda penyampaian jawaban penuntut umum atas keberatan terdakwa dan kuasa hukum. Sejak dua pekan lalu, Abdullah Puteh ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, sehingga ketika terjadi gempa dan tsunami pemerintahan dijalankan Wakil Gubernur.
Menurut Puteh, beberapa langkah yang harus diambil, adalah dengan memanfaatkan potensi lokal. ?Kepala kampung yang tidak terkena bencana harus diminta untuk mendirikan tenda-tenda darurat yang berbentuk tenda tradisional,? ujarnya. Selain itu mereka juga diminta mendirikan dapur umum bagi pengungsi.

Sementara untuk pengungsi Puteh meminta pemerintah menyediakan transportasi khusus untuk mengangkut mereka. Terhadap penanganan anak yang terlantar ia meminta keterlibatan Majelis Ulama. ?Karena orang Aceh semua beragama Islam maka penanganan anak yang terlantar harus dilakukan yayasan Islam atau orang-orang Islam,? jelasnya.

Kepada wartawan, ia mengaku, dua orang saudaranya menjadi korban bencana tsunami. ?Kakak sepupu dan abang sepupu saya yaitu Aisyah Puteh dan Hanafia Sabil belum ditemukan,? katanya.

Sutarto-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapal Pelni Prioritaskan Aceh Ketimbang TKI di Malaysia
Jalur Meulaboh-Medan Diharapkan Selesai Tiga Hari
Posko Bencana Temukan 163 dari 525 Orang Hilang
Warga Kekurangan Kantong Mayat
Mayat Akan Dievakuasi Serentak di Banda Aceh
Ditemukan Kapal Terapung di Perairan Lhok Ngha
Anak Korban Bencana Aceh Diperdagangkan
Korban Gempa Meninggal di Rumah Sakit Akibat Terinfeksi Berat
Bupati Pecat Camat yang Tak Becus Urus Korban Tsunami
Adam Air Gratiskan Biaya Angkut Bantuan ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Inikah Gempa Itu?
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data