100 Pradja STPDN Diberangkatkan ke Aceh
Senin, 03 Januari 2005 | 15:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 100 pradja dan pengasuh Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Senin (3/1) ini akan berangkat ke Nanggroe Aceh Darussalam untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami.
Menurut Kepala Pusat Kajian Strategis Departemen Dalam Negeri Sapto Supono, tugas mereka untuk menginventarisasi korban, kerugian, dan kerusakan sarana dan prasarana. ?Mohon perlakukan jenazah seperti orang yang kita cintai. Sehingga tidak ada hambatan psikologis dalam membantu mereka,? kata Sapto disela-sela briefing Pradja STPDN di kantor Depdagri, Jakarta, Senin (3/12).
Tampak hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Depdagri, Suhatmansyah dan Direktur Bencana Alam Depdagri, Sutrisno. Lebih lanjut Sapto mengatakan, Pradja STPDN juga bertugas dalam melakukan pendataan sarana untuk evakuasi dan normalisasi lingkungan.
Dia menambahkan, Pradja STPDN juga bertugas dalam membantu kelancaran dan ketersediaan distribusi logistik selain membantu administrasi seluruh bantuan. Pradja STPDN, lanjut dia, juga bertugas dalam pengorganisasian dan bersama aparat pemerintah daerah melakukan evakuasi, normalisasi lingkungan, serta penanganan pengungsi.
Selain memaparkan tugas Pradja STPDN di Aceh, Sapto juga memberikan panduan praktis ketika tsunami atau gempa susulan terjadi. ?Meskipun gelombang tsunami susulan kecil kemungkinan akan terulang kembali, ? katanya. Namun, setiap orang harus bersiap terhadap berbagai kemungkinan.
Diantara panduan praktis tersebut adalah Pradja diminta mengukur ketinggian air di darat bekas tsunami. Selain itu menentukan bangunan yang masih kuat dan sarana penyelamatan diri, serta mencari medan dengan topografi yang tinggi. Hal ini bertujuan agar gempa atau tsunami susulan terjadi, mereka dapat dengan cepat menuju tempat yang aman.
Rencananya, Selasa (4/1) juga akan diberangkatkan 100 orang pradja dan pengasuh STPDN. Sementara itu, tanggal 5 Januari akan diberangkatkan sekitar 57 orang dari Medan menuju Aceh Timur dan Langsa. Sebelumnya (1/1) Depdagri juga telah memberangkatkan sekitar 92 orang Pradja dan Pengasuh STPDN. Mereka akan menempati 13 Kabupaten/Kota di seluruh Aceh.
Ewo Raswa?Tempo





