|
Nasional
Bupati Janjikan Rumah Darurat untuk Pengungsi
Senin, 03 Januari 2005 | 15:13 WIB
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Penjabat Bupati Aceh Utara berjanji akan mengupayakan pembuatan rumah darurat bagi warga yang terkena gelombang tsunami, namun itu masih dalam tahap proses pencarian dana. Sementara bagi yang masih memiliki rumah diminta untuk kembali agar bisa melakukan aktivitas perkonomian yang tersendat karena musibah tsunami.
Hal itu disampaikan Bupati Aceh Utara HT Alamsyah Banta dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di kantornya, Minggu (2/1). Menurutnya pemerintah daerah sedang mengupayakan dana untuk membangun rumah darurat kepada para korban yang rumahnya roboh akibat ombak pasang tsunami.
Namun dia menambahkan hal itu membutuhkan waktu sedikit lama, selain sedang melakukan pencarian dana juga akan dilakukan pendataan secara rill siapa saja yang benar- benar rumahnya roboh. ?Itu data harus akurat jangan main?main, salah, nanti ribut, makanya perlu waktu, ? katanya.
Untuk sementara, pihaknya sudah merealisasikan bantuan alas tempat tidur pengungsi yaitu berupa triplek dan terpal agar para pengungsi tidak tidur langsung berhadapan dengan tanah yang justru berakibat buruk bagi kesehatan.
Pada kesempatan itu Bupati meminta sejumlah pengungsi yang masih memiliki rumah agar bisa kembali ke desa masing-masing untuk melakukan segala aktivitas perekonomian yang sempat tersendat.
Sementara jumlah pengungsi yang berada di Aceh Utara mengalami pengurangan 16.517 jiwa dari jumlah sebelumnya mencapai 50.020 ribu jiwa dan kini yang masih bertahan di kamp pengungsi sebanyak 33.503 jiwa.
Berdasarkan pantauan Tempo di Aceh Utara, terdapat beberapa lokasi terparah yang terkena tsunami. Masing-masing di Kecamatan Muara Batu, Syamtalira Bayu, Samudera Gedong,Tanah Pasir, Baktia, Seunundon, Dan Lhoksukon
Imran MA?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|