Pemerintah Rancang Lembaga Otonom untuk Rehabilitasi Aceh
Senin, 03 Januari 2005 | 20:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tengah merancang suatu badan atau lembaga otonom untuk menangani program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, paska bencana gempa dan gelombang tsunami. Lembaga itu akan ditetapkan melalui Instruksi Presiden.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sri Mulyani menyatakan, berdasarkan status daerah, luas wilayah bencana, dan berbagai permasalahannya maka pemerintah memandang perlu adanya sebuah lembaga khusus untuk menanganinya. Lembaga khusus yang bersifat antarinstansi dan departemen itu bertugas merancang program-program rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh. Selain itu, lembaga ini akan mengkordinasikan dan menyalurkan dana-dana bantuan dari berbagai negara lain.
“Saat ini dana dari negara-negara donor kan sudah cukup banyak,” kata Sri usai mengikuti rapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Sri mengaku belum bisa menjelaskan secara detil mengenai tugas, wewenang, program kerja lembaga itu. "Kami masih tahap awal," kata dia.
Selain Sri, rapat yang membahas tindak lanjut penanganan pemerintah atas kondisi Aceh juga diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan Jusuf Anwar, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi Hatta Radjasa, dan Menteri Riset dan Teknologi / Kepala BBPT Kusmayanto Kadiman.
Yura Syahrul/Yuliawati





