Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mahkamah Agung Belum Data Hakim yang Hilang di Aceh
Senin, 03 Januari 2005 | 21:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahkamah Agung sampai saat ini belum mendata hakim yang hilang di Aceh karena menjadi korban gempa bumi dan gelombang tsunami. Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (MA) Gunanto Suryono mengatakan, pihaknya baru mengetahui ada tiga hakim agama dan dua hakim di pengadilan umum yang meninggal.

Siang tadi, Senin (3/1) ada tiga orang hakim dari Aceh yang selamat datang ke gedung MA. Menurut Asisten Wakil Ketua MA Suwidya Abdullah, ketiganya adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh Hadi Lelana, Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Ardhi dan Hakim Pengadilan Negeri Janto Teuku Sarafi. Menurut Suwidya, Sarafi datang bersama dua anak kembarnya dengan menumpang Hercules.

Berdasarkan surat dari Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Medan, Sudjiono Siswohutomo, tertanggal hari ini, ada lima orang hakim yang dilaporkan selamat, yaitu Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Japi yang saat ini dirawat di rumah sakit Malahayati Medan, Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Sugianto, Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Ardhi, Wakil Sekretaris Pengadilan Negeri Sabang Zulkarnaen, dan Kepala Pengadilan Negeri Sabang Ceti. Sedangkan dua orang hakim, yang dilaporkan belum ditemukan yaitu Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh Adi Kustiawan dan Hakim Pengadilan Negeri Sabang Tony Irfan.

Keseluruhan hakim yang bertugas di Pengadilan Tinggi Banda Aceh, ada delapan orang. Sedangkan jumlah hakim di 18 Pengadilan Negeri di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ada 75 orang.

Indriani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pegadaian Perpanjang Batas Waktu Kredit untuk Korban Aceh
Bank Syariah Mandiri Jadi Bank Pertama yang Beroperasi di Aceh
Pemerintah Rancang Lembaga Otonom untuk Rehabilitasi Aceh
BNI Pertimbangkan Hapus Tagih Kredit di Aceh
Tujuh Perwira Polri Tewas Dalam Bencana Aceh
Bulog Operasi Pasar di Blang Pidie, Aceh
Pemerintah Larang Anak Aceh Dibawa Keluar
Polisi Akan Awasi Datangnya Anak-Anak Korban Aceh
3.000 Guru Relawan Buat Aceh
Angkasa Pura Bebaskan Tarif Jasa Penerbangan
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data