Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

PWNU Jatim Siap Adopsi Ratusan Anak Korban Aceh
Senin, 03 Januari 2005 | 21:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim siap mengadopsi 525 orang anak korban gempa dan Tsunami di Aceh. Anak-anak yatim itu akan ditampung di 14 pondok pesantren, panti asuhan dan rumah tangga di Jatim. "Mereka menyatakan siap menerima anak-anak yatim dari Aceh," kata Wakil Ketua PWNU Jatim H Sujono, kepada Tempo, di kantornya, Senin (4/1).

Pesantren yang siap mengadopsi anak-anak Aceh itu antara lain, PP Maslachul Huda Jalan Kolonel Sugiono III-B/10 Malang, asuhan KH Masduqi Machfud, Rois Syuriah PWNU Jatim siap menerima 25 orang anak. Pondok Sunan Drajat, Paciran Lamongan, pimpinan KH Abdul Ghofur, siap mengadopsi 50 anak, dam Pondok Tarbiyatutholabah, Paciran Lamongan, asuhan KH Bakir Adlan, siap menerima lima anak.

Pondok Al Islah, Pakis Surabaya, milik H Sujono, siap menampung 200 orang anak dan Pesantren Al Huda siap menerima 75 anak asal Aceh. Pondok Al Khairiyah, Seblak Jombang menyatakan sanggup menampung 5 anak.

Selain itu H Thoriqul Huda, pimpinan Panti At Tauhid Waru Sidoarjo, siap menerima 15 anak, Panti Al Husnaini, Sukodono Sidoarjo siap mengadopsi lima anak, Panti Nasirul Ummah, Sukomanunggal Surabaya, siap menampung 20 anak, Panti Anak Asuh, siap menampung 100 anak.

Selain pesantren dan panti asuhan, beberapa orang sudah bersedia menampung anak korban bencana. Mereka adalah H Abdi Manaf, mengatakan siap mengadopsi 20 anak, Retni warga Jl Tempel Sukorejo Gg 1/123 Surabaya minta seorang anak dan Ari warga Gubeng Jaya II/74 Surabaya masing-masing siap mengadopsi 2 orang anak.

Selain mengadopsi anak NU Jawa Timur juga telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Aceh, berupa uang Rp 32,5 juta, pakaian layak pakai tujuh truk lebih, mie instan, gula, beras, air kemasan, biskuit dan pembalut. "Ini hasil sumbangan dari masyarakat yang datang ke Posko Peduli Bencana Aceh di kantor PWNU Jatim di kawasan Darmo, Surabaya.

Adi Mawardi-Tempo




Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahkamah Agung Belum Data Hakim yang Hilang di Aceh
Pemerintah Rancang Lembaga Otonom untuk Rehabilitasi Aceh
Tujuh Perwira Polri Tewas Dalam Bencana Aceh
Pemerintah Larang Anak Aceh Dibawa Keluar
Polisi Akan Awasi Datangnya Anak-Anak Korban Aceh
3.000 Guru Relawan Buat Aceh
Pelni Tambah Satu Lagi Kapal Bantuan Ke Aceh
Siti Nurbaya : Perlu Leaderships Kuat Buat Pimpin Aceh Pasca Bencana
Kerugian Bank BUMN Akibat Bencana Tsunami Tembus Rp 60 Miliar
Indonesia Segera Pasang Alat Pemantau Tsunami Senilai US $ 13 juta
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data