Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tujuh Helikopter Dikirim ke Pantai Barat Aceh
Selasa, 04 Januari 2005 | 12:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mulai hari ini, Selasa (4/1), tujuh helikopter mengirimkan bantuan logistik dan obat-obatan ke sepanjang pesisir pantai barat Nangroe Aceh Darussalam. Ketujuh helikopter itu akan mengirimkan bantuan setiap harinya selama dua bulan.

Pengiriman bantuan dengan helikopter itu merupakan misi bersama beberapa kelompok independen dan pemerintah dalam wadah Indonesia Bersatu untuk Aceh dan Sumatera Utara. Mereka yang tergabung dalam misi ini adalah Jaringan Relawan Kemanusiaan (JRK) dan Tim Relawan Pilot Engineer Helikopter, Direktorat Perhubungan Udara serta TNI Angkatan Laut.

"Hari ini pukul 10.00 secara simbolis kami memberangkatkan satu helikopter menuju Blang Pidie Aceh dan Sibolga," kata penanggung Jawab Jaringan Relawan Kemanusiaan (JRK) I Sandyawan Sumardi kepada Tempo melalui telepon seluler, Selasa, (4/1). Sandyawan mengatakan tujuh helikopter merupakan bantuan perusahaan swasta dan dua pesawat jenis CASA milik TNI AL yang bekerja penuh selama dua bulan.

Bantuan helikopter swasta didukung sepenuhnya oleh PT Aviastar Mandiri, PT Dirgantara Indonesia, PT Gudang Garam, BASARNAS, PT Intan ANgkasa Air Servise, dan Relawan Pilot Engineer Helikopter Malaysia. Sedangkan dari TNI atas perintah Kepala Staf Angkatan Laut dengan melibatkan Operasi Armada Barat dan Komando Lintas Laut Militer.

Nantinya tujuh helikopter dan dua pesawat CASA dengan daya angkut 500 kilogram itu akan mengangkut bantuan logistik dan obat-obatan ke Pantai Barat Aceh setiap hari. "Hanya tujuh heli yang akan bolak balik dari Aceh ke Jakarta atau sebaliknya," kata Sandyawan. Jaringan Relawan, kata dia, telah mengangkut 24 ton logistik dan obat-obatan bantuan masyarakat.

Misi Indonesia Bersatu, lanjutnya, hingga saat ini menjalankan misi kemanusiaan selama dua bulan tanpa didukung biaya operasional. "Maka kami meminta uluran barang, tenaga, dan dana," ujarnya. Untuk tenaga relawan, wadah ini meminta bantuan relawan tenaga medis, anggota TM SAR, tenaga teknik bangunan, tenaga ahli di bidang komunikasi, tenaga pengeboran, psikolog, dan juru masak. Pihaknya juga masih mengundang instansi yang memiliki armada kapal, helikopter, kendaraan mobil untuk berpartisipasi.

Selama dua bulan yang mereka sebut sebagai Indonesia berduka, wadah ini secara tegas menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas komersial yang hanya demi keuntungan.

Bernarda Rurit

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bupati Perintahkan Data Posko Bantuan di Tangerang
MMI Kirimkan Relawan Gelombang Ketiga
Jadwal Penerbangan ke Aceh Kacau
Korban Mencapai 150.000 Jiwa
Posko Bandara di Batam Buka 24 Jam
Pengadilan di Aceh Hancur Lebur, Perkara Bisa Dimulai Dari Awal
Pemerintah Belum Pasok BBM di Meulaboh
PWNU Jatim Siap Adopsi Ratusan Anak Korban Aceh
Mahkamah Agung Belum Data Hakim yang Hilang di Aceh
Pegadaian Perpanjang Batas Waktu Kredit untuk Korban Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS
HP Luncurkan Tinta dan Toner Baru
Masak Pakai Sampah
Antre Minyak

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data