|
Nasional
KLH Gerakan Posko Rehabilitasi Aceh
Selasa, 04 Januari 2005 | 14:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dari tiga tahapan penanganan pasca gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, yakni tanggap darurat, rehabilitasi dan rekontruksi, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ikut serta dalam tahap rehabilitasi dan rekontruksi. Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar, menyatakan telah menggerakan posko rehabilitasi Aceh. "Karena KLH tidak punya pasukan, jadi tidak ikut dalam kegiatan tanggap darurat seperti dilakukan Depkes dan Depsos ataupun TNI," ujar Rachmat hari ini, Selasa (4/1).
Rachmat menjelaskan, posko yang dikoordinir Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup, Arief Yuwono, telah mengirimkan puluhan staf KLH untuk menginventarisir data kerusakan alam. Selain itu, kata Rachmat, tim KLH yang diterjunkan ke lapangan ditugaskan menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki lingkungan. "Sehingga pada saatnya, setelah tanggap darurat, KLH bisa langsung terjun merehabilitasi kota," tutur Rachmat.
Dalam tahap rehabilitasi, kata Menteri, akan dilakukan perbaikan terhadap kerusakan lingkungan. "Selain lingkungan yang rusak secara fisik, juga ada kerusakan lingkungan yang tidak terlihat, seperti air yang terkontaminasi B3 dan pembusukan jenazah," ujarnya. KLH, menurut Menteri, berperan penting dalam membangun kembali kota dan masyarakat Aceh yang ramah lingkungan.
Setelah tahap rehabilitasi, KLH akan ikut serta dalam tahap rekontruksi, yaitu membangun kembali kota pasca gempa bumi dan tsunami. Kerusakan lingkungan seperti hilangnya hutan bakau akibat terkena gelombang tsunami, menurut Rachmat, harus direncanakan ulang. Selain itu, juga dibutuhkan penataan ulang kota.
Pemodelan kota ulang, kata Rachmat, akan dapat diterapkan pada daerah-daerah rawan bencana lainnya. Ia pun mengingatkan untuk segera menerapkan model penataan kota itu di tempat lain. "Jangan menunggu ada tsunami yang lain datang," tegasnya.
RR Ariyani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|