Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nusa

Solo Waspadai Penyelewengan Dana Bantuan Aceh
Selasa, 04 Januari 2005 | 14:35 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Menyusul gempa tektonik dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, di berbagai tempat di Indonesia bermunculan aneka posko kemanusiaan. Termasuk di Kota Solo, Jawa Tengah. Disini kegiatan penggalangan dana dengan cara menyodorkan kotak amal yang dilakukan di jalan-jalan umum dan berbagai tempat keramaian lain, mulai menuai berbagai kritikan.

Salah satunya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menertibkan pengumpulan dana dengan cara-cara seperti itu. “Tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka yang bersimpati untuk korban Aceh, cara semacam itu sebaiknya ditertibkan. Untuk menghindari kemungkinan buruk yang tidak diinginkan termasuk adanya penyalahgunaan,’’ tandas Muhammad Rodhi, anggota MUI Kota Solo.

Dikatakannya, niat baik berbagai lapisan masyarakat untuk menghimpun dana bagi para korban tsunami memang harus dihormati. Tapi sebaiknya juga memperhitungkan model dan cara yang digunakan. Apalagi saat ini banyak lembaga resmi yang membuka Posko pengumpulan dana dan bentuk bantuan lainnya. “Kalau pengumpulan di jalan-jalan itu sulit untuk dikontrol,’’ papar Muhammad Rodhi.

Senada dengan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menemukan indikasi adanya penyelewengan penggalangan dana peduli Aceh di tempat-tempat umum dan jalan-jalan protokol di Kota Solo. Menurut Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (BIK) Solo, Drs Purnomo Subagyo, ada indikasi sejumlah oknum sengaja memanfaatkan situasi musibah tsunami untuk memperoleh keuntungan sendiri.

“Sejumlah laporan sudah kami terima, ada sejumlah oknum yang memanfaatkan situasi ini. Mereka selain berkeliling di sejumlah ruas jalan juga nekad masuk ke mal-mal dan pusat perbelanjaan di Solo dengan bermodalkan kardus yang hanya ditulisi Sumbangan Peduli Aceh. Tidak ada instansi resmi yang bertanggung jawab, bahkan mereka juga menggunakan sejumlah anak kecil untuk membawa kardus-kardus tersebut,’’ ujar Purnomo, di ruang kerjanya, Selasa (4/1).

Atas laporan tersebut, Pemkot Solo meneruskan kepada aparat berwenang untuk menyelidiki dan menindaknya. Pemkot juga menggalang kerjasama dengan Polresta untuk memantau dan mengawasi penggalangan dana di jalan-jalan umum.

Selain itu, Walikota Solo Slamet Suryanto juga mengintruksikan kepada pemerintahan di tingkat RT, Kelurahan, Kecamatan dan Dinas untuk mengkoordinasikan bantuan untuk Aceh. “Mulai Ketua RT, LPMK, Lurah dan Camat diminta mengkoordinasi bantuan untuk Aceh. Langkah ini ditempuh untuk menghindari penyelewengan,’’ papar Purnomo.

Polresta Solo sendiri mengaku siap menindak tegas setiap oknum yang sengaja memanfaatkan situasi musibah untuk mengeruk keuntungan pribadi. Polresta Solo akan melakukan pengawasan terhadap aksi-aksi penggalangan dana di tempat-tempat umum tersebut. “Hanya saja sampai saat ini kami belum menerima adanya laporan dari masyarakat. Sampai saat ini kami nilai penggalangan dana di jalan-jalan itu masih dalam batas wajar. Semua terpulang kepada masyarakat sendiri, kalau ragu ya sebaiknya disumbangkan kepada instansi resmi,’’ ujar Wakapolresta Solo Komisaris Pol Drs Kumpul HM.

Anas Syahirul (Solo)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912]. Aliran lumpur lahar setelah letusan gunung Pinatubo di Porac, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bantuan Menumpuk di Kodim 0504 Jakarta Selatan
2.764 Polisi Amankan KTT di Jakarta
KLH Gerakan Posko Rehabilitasi Aceh
Hidup di Aceh Terbolak Balik
Israel Berniat Bantu Korban Bencana di Aceh
Tujuh Helikopter Dikirim ke Pantai Barat Aceh
Bupati Perintahkan Data Posko Bantuan di Tangerang
MMI Kirimkan Relawan Gelombang Ketiga
Jadwal Penerbangan ke Aceh Kacau
Korban Mencapai 150.000 Jiwa
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data