Presiden Minta Penembakan di Hotel Hilton Diusut Tuntas

Selasa, 04 Januari 2005 | 14:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penembakan pelayan di Club and Lounge Fluid, Hotel Hilton, Jakarta. Presiden berharap pengusutan kasus ini tegas dan berjalan transparan seusai dengan aturan hukum yang berlaku demi keadilan dan tegaknya hukum.

Pernyataan Presiden Susilo terungkap dalam siaran pers yang ditandatangani Deputi Bidang Pengelolaan Informasi Roem Lintang Suharto. Susilo mengaku prihatin atas penembakan yang terjadi di malam pergantian Tahun Baru 2005. Presiden menegaskan meski tengah melakukan penanganan bencana alam di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, pihaknya juga memperhatikan perkemabangan lain di dalam negeri termasuk peristiwa penambakan.

Pada peristiwa yang terjadi Sabtu (1/1), Yohannes Berkmans Natong (28), ditembak seorang pria ketika mengembalikan kartu kredit milik seorang wanita yang tidak cukup dananya. Meresa dilecehkan, pria yang diduga Adiguna Soetowo itu langsung melepaskan tembakan ke pelipis Yohannes. Adiguna adalah anak Letjen (Purn) Ibnu Soetowo, mantan Direktur Utama Pertamina dan pemegang saham Hotel Hilton.

Yohannes Berkmans langsung dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo. Namun, pelayan yang juga mahasiswa Universitas Bung Karno ini akhirnya meninggal dan kemudian divisum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sejak Sabtu siang, wartawan yang melakukan konfirmasi terhadap kasus ini menghadapi tembok. Karena tidak ada pejabat kepolisian yang bersedia berbicara dan menjelaskannya. Setelah kasus ini jadi bahan sorotan, baru keesokan harinya polisi menetapkan Adiguna, pereli mobil, sebagai tersangka.

Bernarda Rurit?Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: